BERITAPRESS, ID FAKFAK/Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak secara resmi menggelar Workshop Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan Kabupaten Fakfak Tahun 2026. Kegiatan strategis yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 8 hingga 10 Juli 2026 ini, dibuka secara resmi oleh Staf Khusus Bupati Fakfak Bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Marselus Rahamitu, yang hadir mewakili Bupati Fakfak, Samaun Dahlan.
Mengangkat tema utama “Menghasilkan Perencanaan Kebutuhan SDM Kesehatan yang Akurat, Terukur, dan Berbasis Beban Kerja”, workshop ini diproyeksikan menjadi pilar krusial dalam memperkuat fondasi dan kualitas perencanaan tenaga kesehatan di wilayah administrasi Kabupaten Fakfak.
Agenda berskala daerah ini turut dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan (stakeholders) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak. Di antaranya perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Bagian Organisasi dan Tatalaksana (Orta), serta jajaran kepala bidang di lingkungan pemerintah daerah. Selain itu, hadir pula segenap pimpinan Dinas Kesehatan, narasumber ahli dari Direktorat Perencanaan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, serta para delegasi teknis dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan se-Kabupaten Fakfak.
Staf Khusus Bupati Marselus Rahamitu menegaskan bahwa esensi utama dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk mengejawantahkan visi besar pembangunan daerah, yakni “Fakfak Membara” (Membangun Bersama Rakyat), khususnya pada klaster mewujudkan masyarakat Fakfak yang sehat. Guna mencapai target tersebut, peningkatan standar pelayanan kesehatan secara prima dan maksimal menjadi sebuah keniscayaan.
”Dalam memberikan pelayanan terbaik dan maksimal kepada seluruh lapisan masyarakat, pemenuhan instrumen Sumber Daya Manusia, khususnya tenaga kesehatan yang berkualitas, terukur, dan profesional, memegang peranan yang sangat determinan,” ungkap Marselus di hadapan para peserta workshop.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Fakfak, Taufik Hidayat Rengen, memaparkan bahwa workshop ini merupakan wujud nyata komitmen kolektif daerah dalam mengupgrade kualitas tata kelola SDM sektor kesehatan. Ia menggarisbawahi bahwa ketersediaan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang ideal merupakan poros utama dari mutu pelayanan.
Menurut pemaparan Taufik, lokakarya ini dirancang untuk mencapai sejumlah target indikator utama. Sasaran primer yang ingin dicapai meliputi peningkatan pemahaman komprehensif para peserta terhadap regulasi serta kebijakan mutakhir dalam perencanaan SDM kesehatan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan persepsi dalam formulasi kebutuhan riil tenaga kesehatan di lapangan, serta mengasah kapabilitas teknis peserta dalam melakukan analisis beban kerja (ABK) yang objektif.
”Output konkret yang kami targetkan dari pelaksanaan workshop ini adalah tersusunnya dokumen perencanaan kebutuhan SDM kesehatan yang akurat, valid, dan akuntabel. Dokumen legal ini nantinya akan dijadikan basis fundamental dalam pengusulan formasi Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), kebijakan redistribusi tenaga kesehatan guna pemerataan wilayah, hingga cetak biru pengembangan karir SDM kesehatan di Kabupaten Fakfak,” urai Taufik.
Lebih lanjut, Taufik mengonfirmasi bahwa pembiayaan pelaksanaan program ini bersumber dari dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2026. Meskipun secara rancangan awal kegiatan direncanakan berbasis tatap muka (luring) penuh dengan kehadiran narasumber fisik dari Kementerian Kesehatan RI, panitia melakukan adaptasi taktis.
Dikarenakan adanya kendala teknis serta penyesuaian internal di lingkungan Kementerian Kesehatan, mekanisme pendampingan dikonversi dengan mengoptimalkan infrastruktur jaringan komunikasi (daring). Kendati mengalami modifikasi teknis, pihak penyelenggara menggaransi bahwa perubahan medium tersebut sama sekali tidak mereduksi kedalaman substansi, transfer pengetahuan, maupun esensi capaian utama lokakarya.
Pemerintah Kabupaten Fakfak tetap menaruh komitmen penuh agar seluruh elemen peserta mampu mengadopsi metodologi analisis kebutuhan SDM dengan komprehensif. Hasil akhirnya, Kabupaten Fakfak ditargetkan mematangkan dokumen perencanaan tahun 2026 yang komplit, sekaligus memuat proyeksi serta prediksi kebutuhan makro tenaga kesehatan untuk beberapa tahun periodisasi ke depan.
Di akhir laporannya, panitia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim narasumber Kementerian Kesehatan RI, partisipasi aktif seluruh delegasi faskes, serta seluruh pihak pendukung. Melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan lahir dokumen perencanaan yang kredibel sebagai langkah akseleratif menuju pemerataan fasilitas, peningkatan mutu layanan, dan pemenuhan hak kesehatan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Fakfak, (IB).



























