BERITAPRESS.ID, MUARA ENIM | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim menghibahkan lahan seluas 3 hektare kepada Perum Bulog Cabang Lahat untuk pembangunan gudang Bulog berkapasitas 2.000 ton. Langkah tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan Presiden Republik Indonesia sekaligus selaras dengan program strategis Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Hal tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat tanah milik Pemerintah Kabupaten Muara Enim oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) kepada Perum Bulog Cabang Lahat, serta penandatanganan berita acara serah terima hibah tanah antara Pemkab Muara Enim dan Perum Bulog Cabang Lahat di Ruang Rapat Bupati Muara Enim, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., Pimpinan Perum Bulog Cabang Lahat Denny Suryadi, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Muara Enim Joni Efendi, Sekretaris Daerah Muara Enim Yulius, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam sambutannya, Sumarni mengucapkan terima kasih kepada Perum Bulog, BPN, dan seluruh OPD terkait yang telah mendukung proses hibah lahan seluas 3 hektare di Desa Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang, yang akan menjadi lokasi pembangunan gudang Bulog.
“Kita sudah hibahkan lahannya, dan tinggal tugas Bulog untuk membangun gudangnya. Mudah-mudahan pada tahun 2027 gudang tersebut sudah terealisasi sehingga dapat difungsikan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Sumarni menjelaskan, selama ini Pemerintah Kabupaten Muara Enim bekerja sama dengan Bulog di Kabupaten Lahat dalam mendukung program ketahanan pangan. Namun, jarak tempuh menuju gudang Bulog di Lahat menjadi salah satu kendala, terutama bagi wilayah Muara Enim.
Menurutnya, keberadaan gudang Bulog di Kabupaten Muara Enim akan memperpendek waktu distribusi sekaligus menambah kapasitas penyimpanan Bulog di Sumatera Selatan.
“Kalau kita punya gudang sendiri, tentu bukan hanya sembako yang bisa kita simpan, tetapi juga pupuk dan kebutuhan lainnya dalam mendukung ketahanan pangan. Kami berharap paling lama tiga tahun ke depan gudang Bulog sudah dibangun sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Muara Enim dan sekitarnya,” harapnya.
Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Cabang Lahat, Denny Suryadi, menyambut baik hibah lahan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Menurutnya, pembangunan gudang Bulog berkapasitas 2.000 ton akan sangat membantu pelayanan Bulog, khususnya bagi masyarakat Muara Enim, PALI, dan Prabumulih.
Ia menjelaskan, keberadaan gudang tersebut akan meningkatkan kapasitas penyimpanan sekaligus memangkas waktu dan biaya distribusi logistik.
“Sebagai contoh, selama ini Kabupaten PALI membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat jam untuk mengambil sembako ke Gudang Bulog Lahat. Jika nanti gudang sudah ada di Muara Enim, jarak tempuh akan lebih dekat sehingga waktu perjalanan dapat dihemat sekitar satu hingga dua jam,” katanya.
Denny menambahkan, saat ini Perum Bulog Cabang Lahat memiliki tiga gudang, yakni di Kabupaten Lahat dengan kapasitas 2.000 ton, Kota Pagar Alam berkapasitas 500 ton, dan Kabupaten Empat Lawang berkapasitas 500 ton. Dengan hadirnya gudang di Muara Enim, kapasitas penyimpanan Bulog di wilayah tersebut akan semakin meningkat.
“Tahun 2026 ini kami upayakan pembangunan dilakukan secara bertahap dengan kapasitas awal 1.000 ton, bersamaan dengan pembangunan 100 gudang Bulog di seluruh Indonesia. Pada Juli 2026, konsultan dari pusat akan melakukan survei ke lokasi,” jelasnya.
Denny juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Muara Enim yang dinilai lebih dahulu menggagas pembangunan gudang Bulog sebelum program ketahanan pangan nasional dicanangkan pemerintah pusat.
“Karena itu, pembangunan gudang Bulog di Muara Enim sangat sejalan dengan program Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan,” pungkasnya. (Andi)



























