BERITAPRESS.ID | Setiap tahun, jutaan jemaah haji dan umrah memenuhi Arab Saudi dan membutuhkan pasokan makanan dalam jumlah besar. Di balik aktivitas ibadah tersebut, terbuka peluang pasar raksasa bernilai sekitar Rp50 triliun yang kini mulai dibidik Indonesia melalui produk olahan perikanan seperti bakso ikan, nugget udang, dan filet ikan nila.
Peluang besar itu kini mulai dilirik Indonesia. Produk olahan perikanan seperti bakso ikan, nugget ikan, nugget udang, hingga filet ikan nila berpotensi masuk ke pasar Arab Saudi, baik untuk kebutuhan ritel maupun konsumsi katering jemaah haji dan umrah.
Langkah awal penjajakan dilakukan melalui pertemuan business matching antara pelaku usaha Indonesia, JAPFA, dengan buyer Arab Saudi, Tamaiz Asia Trading, yang difasilitasi Kementerian Perdagangan di Jakarta, Kamis (25/6).
Dalam pertemuan tersebut, pihak buyer menunjukkan ketertarikan terhadap berbagai produk olahan ikan asal Indonesia. Produk-produk tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan pasar Arab Saudi yang mengutamakan makanan praktis, beku, halal, serta memiliki daya simpan yang lebih panjang.
Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo, menyebutkan bahwa penjajakan ini menjadi pintu awal penting bagi peningkatan ekspor pangan olahan Indonesia ke Arab Saudi.
Menurutnya, potensi tidak hanya datang dari konsumen lokal, tetapi juga dari rantai pasok konsumsi jemaah haji dan umrah yang setiap tahun mencapai jutaan orang. Secara total, nilai pasar konsumsi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp50 triliun.
“Selain menyasar konsumen lokal Arab Saudi, produk Indonesia juga berpotensi masuk ke rantai pasok konsumsi bagi jemaah haji dan umrah yang secara keseluruhan bernilai sekitar Rp50 triliun,” ujar Bagas.
Ia menambahkan, potensi transaksi awal antara JAPFA dan Tamaiz Asia Trading berada pada kisaran USD 800 ribu hingga USD 1 juta. Saat ini, pihak buyer akan membawa sampel produk untuk dilakukan pengujian pasar, sementara pihak eksportir Indonesia menyiapkan daftar harga dan varian produk sebelum masuk ke tahap negosiasi lanjutan.
Tamaiz Asia Trading sendiri merupakan perusahaan distribusi yang bergerak di bidang makanan, minuman, serta produk kebutuhan rumah tangga seperti sabun dan kosmetik. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan tersebut juga memperluas lini bisnisnya ke sektor pengadaan pangan untuk kebutuhan jemaah haji di Arab Saudi.
Perwakilan Tamaiz Asia Trading, Saeed Alamoudi, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki posisi penting sebagai salah satu negara dengan jumlah jemaah haji dan umrah terbesar di dunia. Hal ini menjadikan produk makanan halal asal Indonesia memiliki peluang besar untuk dipasarkan secara lebih luas di Arab Saudi.
“Ini adalah peluang bagi produk makanan halal Indonesia, tidak hanya untuk konsumen Indonesia di Arab Saudi, tetapi juga untuk konsumen lokal dan negara-negara sekitar,” ujarnya.
Sebelum penjajakan ini dilakukan, ITPC Jeddah telah memperkenalkan sejumlah produk makanan olahan Indonesia kepada Tamaiz Asia Trading, yang kemudian dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke fasilitas produksi JAPFA.
Dengan kapasitas produksi yang besar, standar keamanan pangan internasional, serta status sebagai eksportir terdaftar di Saudi Food and Drug Authority (SFDA) untuk produk berbasis ikan, JAPFA dinilai memiliki kesiapan untuk memenuhi permintaan pasar Arab Saudi dalam skala besar.
Selain faktor kapasitas produksi, tren konsumsi masyarakat Arab Saudi juga menjadi pendorong meningkatnya permintaan produk olahan pangan. Makanan beku yang praktis, mudah disimpan, dan cepat disajikan semakin diminati, terutama di sektor katering dengan skala besar seperti layanan jemaah haji dan umrah.
Jika penjajakan ini berlanjut hingga tahap kerja sama dagang, peluangnya tidak hanya terbatas pada satu perusahaan, tetapi dapat menjadi pintu masuk yang lebih luas bagi produk olahan perikanan Indonesia untuk memperkuat posisi di pasar halal global, khususnya di kawasan Timur Tengah. (***)



























