BERITAPRESS.ID, LAHAT | Maraknya pemberitaan di media serta unggahan masyarakat di berbagai platform media sosial terkait pembangunan Taman Rekreasi Ribang Kemambang di Kabupaten Lahat menjadi perhatian publik. Proyek yang disebut menelan anggaran lebih dari Rp20 miliar tersebut hingga kini dinilai belum menunjukkan progres yang memuaskan.
Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Aprizal Muslim saat diwawancarai awak media, Kamis (5/3/2026), menyampaikan bahwa pada prinsipnya pihaknya sangat mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Lahat dalam melakukan pembangunan, khususnya di era kepemimpinan BZ-Win.
Menurutnya, pembangunan kawasan wisata seperti Ribang Kemambang merupakan langkah positif untuk meningkatkan potensi wisata sekaligus menjadikannya sebagai salah satu ikon Kota Lahat.
Namun demikian, Aprizal menilai hingga Maret 2026 pembangunan tersebut terlihat belum selesai, padahal proyek tersebut diketahui telah dimulai sejak pertengahan tahun 2025.
“Kita tentu sangat mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah. Harapan kita Taman Rekreasi Ribang Kemambang ini dapat menjadi destinasi wisata keluarga dan ikon kebanggaan masyarakat Lahat. Namun faktanya sampai sekarang progresnya masih jauh dari harapan,” ujarnya.
Aprizal menambahkan bahwa persoalan ini bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk perhatian agar pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi terhadap berbagai proyek pembangunan yang belum selesai meskipun batas waktu pengerjaan diduga telah berakhir bahkan disebut telah diperpanjang.
Selain proyek wisata Ribang Kemambang, GNPK-RI juga menyoroti lambatnya pengerjaan pembangunan di beberapa fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Bandar Jaya dan Puskesmas Pagar Agung yang hingga kini masih dalam tahap pengerjaan.
Menurutnya, sektor kesehatan merupakan pelayanan dasar yang menyangkut langsung kepentingan masyarakat luas sehingga pembangunan sarana kesehatan seharusnya menjadi prioritas yang harus diselesaikan tepat waktu.
“Kita melihat pengerjaan di beberapa puskesmas sudah berjalan cukup lama, bahkan hampir berbulan-bulan. Hal ini tentu berdampak pada pelayanan kesehatan kepada masyarakat karena tenaga medis harus berpindah-pindah tempat selama proses pembangunan berlangsung,” katanya.
Oleh karena itu, GNPK-RI berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses pembangunan tersebut. Jika terdapat kendala teknis maupun administratif, diharapkan dapat disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Ketua GNPK-RI juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan terhadap proyek-proyek pembangunan agar anggaran yang berasal dari uang rakyat benar-benar digunakan secara maksimal dan hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Pembangunan harus berjalan sesuai perencanaan, tepat waktu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Itu yang menjadi harapan kita bersama,” pungkasnya.
Di akhir pernyataannya, Aprizal juga menyampaikan harapannya agar berbagai proyek pembangunan di Kabupaten Lahat dapat berjalan dengan baik hingga selesai sesuai rencana.
“Kita lihat saja nanti akhir dari babak episode selanjutnya, ataukah berakhir senang atau menjadi cerita sama dengan KONI 2023,” tutupnya.
Laporan : Novita















































