Talenta Industri 4.0 Jadi Fokus Pengembangan SDM
BERITAPRESS.ID, JAKARTA | Talenta Industri 4.0 menjadi fokus pengembangan Kementerian Perindustrian dalam menyiapkan generasi muda Indonesia menghadapi ASEAN 2027. Apalagi persaingan industri modern tidak lagi hanya mengandalkan mesin dan modal, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mampu menguasai teknologi digital.
Oleh karena itu, Indonesia mulai menyiapkan talenta Industri 4.0 untuk menghadapi WorldSkills ASEAN 2027, ajang kompetisi keterampilan yang mempertemukan peserta terbaik dari berbagai negara di Asia Tenggara.
Kebutuhan terhadap tenaga kerja yang menguasai bidang otomasi industri, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), hingga sistem manufaktur cerdas terus meningkat seiring transformasi sektor industri. Kondisi ini membuat penguatan pendidikan vokasi menjadi salah satu langkah penting untuk menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menggandeng PT Festo dalam penyelenggaraan Workshop Industry 4.0 Skills-1 yang dilaksanakan secara daring pada 20–21 Mei 2026.
Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi guru dan dosen vokasi industri sekaligus menjadi bagian dari penjaringan talenta potensial menuju WorldSkills ASEAN 2027.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran persnya dilaman kemenperin mengatakan, pembangunan SDM industri yang unggul menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing sektor manufaktur nasional.
Menurutnya, kualitas lulusan vokasi yang mampu memenuhi kebutuhan industri modern akan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Pengakuan global terhadap kualitas lulusan vokasi Indonesia menjadi modal penting dalam memperkuat posisi ekonomi nasional di mata dunia. Langkah penyiapan talenta melalui ekosistem pelatihan teknologi tinggi merupakan bagian nyata dari upaya pemerintah dalam mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus mengakselerasi transformasi Making Indonesia 4.0,” kata Agus dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
WorldSkills ASEAN sendiri merupakan ajang kompetisi keterampilan yang menjadi wadah bagi negara-negara Asia Tenggara untuk menampilkan kemampuan terbaik generasi mudanya dalam berbagai bidang keahlian.
Kompetisi ini tidak hanya menjadi arena perlombaan, tetapi juga tolok ukur kesiapan SDM dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan industri masa depan.
Sebab, peran tenaga pendidik vokasi dinilai sangat strategis, apalagi guru dan dosen tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, juga harus mampu mengikuti perkembangan teknologi yang terus berubah, agar lulusan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Indonesia Emas 2045
Kepala BPSDMI Kemenperin Doddy Rahadi menuturkan, perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap industri global secara signifikan. Otomasi, AI, IoT, dan sistem manufaktur cerdas kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses produksi modern.
“BPSDMI Kemenperin terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan vokasi industri melalui penguatan kompetensi guru dan dosen, pengembangan kurikulum berbasis industri, serta perluasan kolaborasi strategis dengan dunia usaha dan dunia industri global,” ujar Doddy.
Menurutnya, workshop tersebut tidak hanya memperkuat pemahaman peserta terhadap teknologi manufaktur modern, tetapi juga menjadi salah satu tahapan dalam mengidentifikasi siswa dan mahasiswa potensial yang dapat dipersiapkan sebagai wakil Indonesia pada WorldSkills ASEAN 2027 di bidang Industri 4.0.
Dukungan terhadap pengembangan talenta industri juga datang dari sektor swasta. PT Festo sebagai perusahaan penyedia solusi otomasi dan edukasi industri global menilai peningkatan kapasitas tenaga pendidik merupakan investasi penting dalam menciptakan SDM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Didactic Manager PT Festo, Safri Susanto, mengatakan penguasaan sistem otomasi cerdas dan digitalisasi proses manufaktur menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan di berbagai sektor industri.
“Melalui pembekalan sistem otomasi cerdas dan digitalisasi proses manufaktur ini, kami ingin memastikan para guru dan dosen memiliki kapabilitas berstandar global sehingga mampu melahirkan generasi yang siap bersaing di era industri masa depan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) BPSDMI Kemenperin, Wulan Aprilianti Permatasari, berharap para guru dan dosen yang mengikuti workshop dapat memperluas pemahaman mengenai implementasi teknologi Industri 4.0, terutama dalam bidang otomasi industri dan digitalisasi proses manufaktur.
Ia juga berharap para peserta pelatihan dapat membantu menyeleksi siswa dan mahasiswa terbaik yang berpotensi dipersiapkan sebagai perwakilan Indonesia pada WorldSkills ASEAN 2027.
Upaya penguatan pendidikan vokasi terus menunjukkan hasil positif. Pada tahun 2025, unit pendidikan vokasi Kemenperin berhasil meluluskan 5.472 lulusan kompeten dengan tingkat keterserapan kerja yang tinggi di sektor manufaktur. Capaian tersebut menjadi salah satu modal penting dalam menyiapkan SDM industri yang adaptif dan berdaya saing internasional.
Di tengah percepatan transformasi digital, kebutuhan terhadap talenta Industri 4.0 diperkirakan akan terus meningkat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia industri menjadi faktor penting untuk memastikan Indonesia memiliki generasi muda yang siap menjawab tantangan industri masa depan sekaligus memperkuat daya saing nasional menuju Indonesia Emas 2045. (***)/one




























































