Pendidikan

Sekolah Rakyat Ubah Anak Rentan Putus Sekolah Percaya Diri

×

Sekolah Rakyat Ubah Anak Rentan Putus Sekolah Percaya Diri

Sebarkan artikel ini
foto : kemensos.go.id
BERITAPRESS.ID, MANADO | Sekolah Rakyat terus menunjukkan perannya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hal itu terlihat dalam kegiatan Open House Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21 Manado, Sulawesi Utara, saat para siswa tampil percaya diri menunjukkan kemampuan mereka melalui atraksi wushu, pidato bahasa asing, paduan suara, puisi hingga seni budaya daerah.

Di hadapan orang tua, calon siswa dan sejumlah pejabat yang hadir, anak-anak tersebut tampil tanpa rasa canggung. Mereka memperlihatkan bakat dan kemampuan yang terus berkembang sejak mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat.

Pemandangan itu menjadi bukti  pendidikan tidak hanya mengajarkan pelajaran di dalam kelas. Lebih dari itu, pendidikan yang berkualitas mampu membentuk karakter, menumbuhkan keberanian dan membuka potensi yang selama ini mungkin terpendam karena keterbatasan ekonomi.

Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian adalah atraksi wushu. Dengan pakaian khas berwarna mencolok, para siswa menampilkan gerakan-gerakan penuh energi mulai dari tendangan, pukulan, lompatan akrobatik hingga penggunaan senjata tradisional seperti pedang, tombak dan kipas.

Setiap gerakan yang ditampilkan bukan sekadar pertunjukan seni bela diri. Di baliknya tersimpan nilai-nilai disiplin, fokus, kerja keras dan ketekunan yang menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter generasi muda.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul  menyaksikan langsung penampilan tersebut mengaku bangga melihat perkembangan para siswa. Menurutnya, hasil pembelajaran yang berlangsung di Sekolah Rakyat mulai terlihat dari perubahan sikap dan kepercayaan diri para peserta didik.

“Sebagian hasil proses pembelajaran sudah ditampilkan di atas panggung. Mereka menjadi lebih percaya diri dan lebih bugar,” kata Gus Ipul dilaman resmi kemensos.

Selain atraksi wushu, para siswa juga menampilkan baris variasi, tari Kabasaran khas Sulawesi Utara, pidato berbahasa Inggris dan Arab, paduan suara hingga pembacaan puisi. Ragam penampilan itu menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang ketika memperoleh akses pendidikan yang baik.

Keberanian para siswa tampil di depan banyak orang menjadi pencapaian tersendiri. Tidak sedikit dari mereka yang berasal dari keluarga yang menghadapi berbagai keterbatasan. Namun melalui pendidikan, mereka mulai menemukan ruang untuk tumbuh dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat hadir berangkat dari kenyataan bahwa masih terdapat anak-anak usia sekolah yang belum sekolah, putus sekolah atau berpotensi putus sekolah akibat berbagai kendala ekonomi.

Masih ada keluarga yang kesulitan membeli seragam sekolah, perlengkapan belajar maupun memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka. Kondisi inilah yang mendorong pemerintah menghadirkan Sekolah Rakyat sebagai solusi bagi keluarga yang masuk dalam Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

Melalui program ini, anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan secara gratis dengan fasilitas yang memadai. Harapannya, pendidikan dapat menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus memutus rantai kemiskinan yang selama ini membelenggu banyak keluarga.

Open House yang digelar SRMP 21 Manado pun menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat secara langsung perkembangan para siswa. Orang tua dan calon siswa dapat menyaksikan bagaimana proses pendidikan yang berlangsung tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan pengembangan bakat.

Bagi banyak orang tua, penampilan para siswa menjadi gambaran nyata tentang harapan baru yang ditawarkan Sekolah Rakyat.

Salah satunya dirasakan Olivia Susanti Wemben, orang tua calon siswa Savior L. Paulus. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku bersyukur atas hadirnya program tersebut.

“Mau menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya untuk Bapak Presiden, karena berkat Pak Presiden boleh membangun Sekolah Rakyat, sehingga anak-anak saya juga anak-anak kurang mampu lainnya boleh mendapatkan pendidikan yang luar biasa,” ujarnya.

Kisah yang terlihat di panggung Open House hari itu mengajarkan satu hal penting. Keterbatasan ekonomi bukanlah akhir dari mimpi seorang anak. Ketika kesempatan belajar diberikan, mereka mampu tumbuh menjadi pribadi yang berani, percaya diri dan siap menatap masa depan.

Sekolah Rakyat mungkin baru seumur jagung. Namun dari panggung sederhana di Manado, telah terlihat benih-benih harapan yang mulai tumbuh. Harapan bahwa pendidikan yang berkualitas dapat menjadi jembatan bagi anak-anak untuk mengubah masa depan mereka, sekaligus membuktikan bahwa setiap anak berhak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita. (***)