FakfakPapua

Puji Kerukunan di Fakfak, Sekda Ferdinandus: Suasananya Mantap, Aman, dan Saling Mendukung!

×

Puji Kerukunan di Fakfak, Sekda Ferdinandus: Suasananya Mantap, Aman, dan Saling Mendukung!

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS, ID FAKFAK/Kabupaten Fakfak kembali membuktikan jati dirinya sebagai salah satu daerah dengan tingkat toleransi antarumat beragama tertinggi di Tanah Papua. Hal tersebut terpancar jelas dalam perayaan peringatan 138 tahun masuknya Gereja Katolik di Tanah Papua yang digelar di Pulau Bonyum, Fakfak.

​Kekaguman atas kerukunan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maybrat, Ferdinandus Taa, SH, M.Si, yang hadir dalam acara tersebut. Ia mengaku sangat terkesan menyaksikan langsung bagaimana komunitas Muslim setempat ikut ambil bagian dalam menyukseskan dan menyemarakkan hari besar umat Katolik tersebut, (23/5/2026).

​”Masyarakat Fakfak toleransinya cukup bagus. Saya melihat rombongan dari teman-teman Muslim tadi ikut memainkan hadrat mereka untuk mendukung acara. Suasana Fakfak ini mantap, aman, dan orang-orangnya saling mendukung,” ungkap Ferdinandus dengan penuh apresiasi.

​Selain memuji keharmonisan masyarakat, Sekda Maybrat juga memberikan atensi khusus kepada salah satu narasumber acara, yakni Bapak Drs. H.Ali Baham Temongmere M.T.P., Ferdinandus menilai Kakak ABT sebagai “buku hidup” yang memiliki pemahaman mendalam mengenai sejarah perkembangan Islam dan Katolik di wilayah Fakfak. Menurutnya, literatur berjalan seperti ini sangat krusial untuk terus digali demi mengedukasi generasi muda.

​”Buku hidupnya ada di Kakak ABT. Ke depan, beliau harus terus dimintai cerita dan keterangan agar pengetahuan soal sejarah Islam dan Katolik di sini tetap diingat oleh generasi sekarang hingga masa depan,” jelasnya.

​Apresiasi tinggi juga dialamatkan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Fakfak. Ferdinandus menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekda, hingga seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Fakfak yang memberikan dukungan total, termasuk dalam memfasilitasi kebersihan di lokasi acara, Pulau Bonyum.

​”Terima kasih untuk Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., MAP., dan Wakil Bupati Fakfak Drs, Donatus Nimbitkendik, MT., dan teman-teman OPD di sini yang ikut mendukung acara gereja ini. Menjaga kerukunan di sini adalah hal yang paling penting,” pungkas Ferdinandus.

​Perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa semboyan “Satu Tungku Tiga Batu” yang selama ini melekat pada masyarakat Fakfak bukan sekadar slogan, melainkan napas kehidupan sehari-hari yang terus terjaga dengan indah.

“Nehaf Sau Bonot Sauyang” yang artinya “Memilili Satu Hati Satu Komitmen”, tegas Sekda, (IB).