Kuliner

Di Luar Pempek, Palembang Sedang Mencari Masa Depan Kuliner

×

Di Luar Pempek, Palembang Sedang Mencari Masa Depan Kuliner

Sebarkan artikel ini
foto : ist

Dari pempek Palembang hingga kue sarden dan steak patin, Palembang mendorong inovasi kuliner ikan untuk gizi dan stunting.

BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Kota Palembang, Sumatera Selatan  (Sumsel) selama ini identik dengan pempeknya, tetapi ada pertanyaan yang pelan-pelan mulai muncul di dapur-dapur warga, setelah pempek itu, apa lagi?

Jawabnya semangkuk pindang dan sepiring tekwan, ternyata Palembang memang sedang bergerak mencari wajah baru kuliner ikan, tujuan bukan untuk meninggalkan tradisi, tetapi untuk memastikan ikan tetap hadir di meja makan generasi yang seleranya terus berubah.

Di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, kemarin ide-ide itu muncul dalam Lomba Masak Berbahan Baku Serba Ikan Tingkat Kota Palembang 2026 yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Palembang ke-1343.

Bahkan lomba memasak itu, merupakan  ruang eksperimen, pasalnya disana, ikan patin yang biasanya hadir dalam bentuk pindang atau brengkes, justru disulap menjadi steak. Sementara sarden tampil dalam bentuk tak biasa, yaitu kue ulang tahun.

“Dengan kue ini, kami berharap anak-anak yang tidak suka ikan bisa tertarik untuk makan. Jadi, gizi dari ikan tetap bisa mereka dapatkan,” ujar Reni, perwakilan tim Kecamatan Kemuning yang menghadirkan inovasi kue ulang tahun berbahan sarden.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan pada ketersediaan ikan, melainkan bagaimana membuat anak-anak mau mengonsumsinya.

Fenomena itu sejalan dengan misi yang diusung pemerintah daerah melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, menerangkan inovasi kuliner berbasis ikan memiliki peran penting dalam membangun generasi sehat.

“Ikan adalah sumber protein hewani yang sangat baik untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak karena kaya akan Omega 3, DHA, vitamin, dan mineral. Melalui kreativitas ini, kita ingin menunjukkan bahwa ikan bisa diolah menjadi menu yang sehat, lezat, ekonomis, dan menarik bagi anak-anak demi mencegah stunting,” katanya.

Di tengah dominasi kuliner ikonik seperti pempek, tekwan, dan pindang, Palembang perlahan memperluas definisi tentang ikan itu sendiri. Tidak lagi hanya soal resep turun-temurun, tetapi juga soal inovasi dan keberanian mencoba bentuk baru.

Dari dapur para ibu hingga ruang lomba, ikan kini tidak hanya dimasak, tetapi juga dikreasikan ulang.

Dan mungkin, dari situlah masa depan kuliner Palembang sedang dibentuk, karena bukan dengan meninggalkan pempek, tetapi dengan membuka kemungkinan baru di luar pempek itu sendiri. (***)/one