BERITAPRESS. ID, FAKFAK|Sekretaris Steering Committee Musyawarah Daerah (Musda) III Kerukunan Keluarga Seram Bagian Timur (KKSBT) Kabupaten Fakfak dari kubu Fauzan Tukuwain, Fachry Tukuwain, menegaskan bahwa tidak ada peleburan kepanitiaan setelah pertemuan di SPKT Polres Fakfak, Sabtu (24/10/2026).
Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan bahwa dua kubu kepanitiaan Musda KKSBT yang sempat berselisih telah sepakat melebur di bawah kepanitiaan pimpinan Saleh Hindom.
Dalam pemberitaan tersebut, Musda KKSBT disebut akan dilaksanakan pada Minggu, 25 Oktober 2026, bertempat di Aula RRI Fakfak.
Fachry menjelaskan, hasil pertemuan di SPKT Polres Fakfak dari pihaknya hanya memuat dua poin utama. Pertama, pihaknya mempersilakan panitia Musda pimpinan Saleh Hindom melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
“Alasan kami adalah untuk menghindari masalah antarsesama anak adat Essyriun Goranriun,” ujar Fachry.
Poin kedua berkaitan dengan permintaan agar Ketua KKSBT merupakan putra asli Seram Bagian Timur (SBT) atau berasal dari marga SBT. Menurut Fachry, persoalan tersebut berkaitan dengan tatanan dan ketentuan adat.
“Sebab, dalam hal mengatur urusan adat di SBT adalah urusan marga dan yang duduk itu laki-laki,” jelasnya.
Ia menegaskan, kedua poin tersebut tidak dapat dimaknai sebagai bentuk penggabungan kepanitiaan yang dipimpinnya ke dalam kepanitiaan Saleh Hindom.
“Selanjutnya, dua poin di atas itu tidak serta-merta membuat kami tergabung dalam kepanitiaan maupun dalam proses pelaksanaan Musda KKSBT versi kepanitiaan pimpinan Pa Saleh Hindom,” tegas Fachry.
Panitia Fauzan Tukuwain Tetap Berjalan
Lebih lanjut, Fachry memastikan kepanitiaan Musda KKSBT di bawah pimpinan Fauzan Tukuwain tetap berjalan sesuai dengan jalur dan rencana pihaknya.
Ia berharap semua pihak dapat saling menghormati serta menjaga hubungan persaudaraan sebagai sesama anak adat Essyriun Goranriun, meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai pelaksanaan Musda.
“Dan kepanitiaan di bawah pimpinan Fauzan Tukuwain tetap akan berjalan. Kami berharap penghargaan yang sama pun harus bisa diberikan kepada kami sebagai sesama anak adat Essyriun Goranriun,” tutupnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, Fachry menegaskan bahwa sikap pihaknya yang mempersilakan panitia Saleh Hindom melaksanakan Musda bukan berarti menyatakan bergabung atau melebur ke dalam kepanitiaan tersebut.
Sementara itu, persoalan mengenai persyaratan Ketua KKSBT yang harus berasal dari marga SBT, menurut penjelasan Fachry, berkaitan dengan pemahaman terhadap tatanan adat yang mereka pegang.
Perbedaan pandangan tersebut diharapkan dapat disikapi secara bijaksana dengan tetap mengedepankan penghormatan, persaudaraan, dan upaya menjaga keharmonisan di antara keluarga besar KKSBT di Kabupaten Fakfak. (IB).

























