BERITAPRESS.ID, PESISIR BARAT | CT Scan RSUD Krui dan cathlab menjadi bagian dari bantuan alat kesehatan senilai Rp56,7 miliar yang diterima RSUD KH Muhammad Thohir Krui. Kehadiran fasilitas medis modern tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan sekaligus mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah.
Kehadiran alat kesehatan tersebut diharapkan membawa perubahan besar bagi layanan kesehatan di wilayah paling barat Provinsi Lampung itu. Selama ini, sebagian pasien yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan atau tindakan medis tertentu masih harus dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap di daerah lain.
Bagi keluarga pasien, proses rujukan bukan hanya soal jarak. Perjalanan panjang, biaya transportasi, hingga waktu pendampingan sering menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, penguatan fasilitas di RSUD Krui dinilai penting untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Berbagai alat kesehatan modern yang akan melengkapi rumah sakit tersebut antara lain CT Scan 64 slice, cathlab, echocardiography, mammography, serta sejumlah perangkat diagnostik dan penunjang medis lainnya. Kehadiran alat-alat tersebut memungkinkan dokter melakukan pemeriksaan secara lebih cepat dan akurat.
CT Scan misalnya, dapat membantu mendeteksi berbagai kondisi medis mulai dari cedera akibat kecelakaan hingga penyakit tertentu yang membutuhkan pemeriksaan pencitraan. Sementara cathlab menjadi fasilitas penting dalam mendukung diagnosis dan penanganan pasien dengan gangguan jantung dan pembuluh darah.
Tak hanya alat kesehatan berteknologi tinggi, RSUD Krui juga akan mendapatkan berbagai peralatan medis untuk memperkuat pelayanan sehari-hari. Mulai dari bed pasien, ventilator, mesin anestesi, patient monitor, hingga perangkat yang mendukung pelayanan ICU, ruang operasi dan instalasi gawat darurat.
Kelengkapan fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas rumah sakit dalam menangani lebih banyak kasus medis secara mandiri. Dengan demikian, kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah dapat ditekan.
Di tengah perhatian publik terhadap pengadaan alat kesehatan di rumah sakit daerah, Kementerian Kesehatan turut memberikan penjelasan terkait nilai bantuan yang diterima RSUD Krui.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengatakan angka yang sempat menjadi perbincangan di media sosial bukan hanya berkaitan dengan layanan hemodialisis (HD).
Menurutnya, nilai yang disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat berdialog dengan Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian RSUD KH Muhammad Thohir Krui merujuk pada dukungan alat kesehatan yang lebih luas.
RSUD Krui, kata dia, memperoleh bantuan sekitar Rp31,7 miliar untuk pengadaan alat kesehatan canggih melalui program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN). Selain itu, rumah sakit tersebut juga mendapatkan dukungan alat kesehatan dasar sekitar Rp25 miliar yang dialokasikan pada tahun anggaran 2025 dan 2026.
Jika digabungkan, total nilai dukungan alat kesehatan yang diterima RSUD KH Muhammad Thohir Krui mencapai sekitar Rp56,7 miliar.
Penguatan fasilitas kesehatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas layanan rumah sakit daerah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan medis yang lebih baik.
Dengan tambahan CT Scan, cathlab dan berbagai peralatan medis lainnya, RSUD Krui diharapkan mampu memberikan layanan yang semakin lengkap. Masyarakat Pesisir Barat pun memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan penanganan medis di daerah sendiri tanpa harus selalu bergantung pada rumah sakit rujukan di luar wilayah. (***)



























