BERITAPRESS.ID, FAKFAK|Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., mendorong agar program Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad) di kawasan transmigrasi Bomberay-Tomage dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Fakfak saat menyaksikan pemaparan hasil kerja Tim Ekspedisi Patriot Unpad di Kantor Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, Rabu (23/9/2026).
Bupati mengapresiasi kerja tim yang selama kurang lebih dua bulan telah melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari kajian, pemetaan, pendampingan hingga penguatan kapasitas masyarakat bersama pemerintah daerah.
“Selaku Bupati Kabupaten Fakfak, saya sangat mengapresiasi sekali Tim Patriot yang hadir baru kurang lebih dua bulan, tetapi hasilnya sangat luar biasa,” ujar Samaun.
Menurutnya, berbagai hasil kajian dan pendampingan yang telah dilakukan tidak boleh berhenti setelah tim menyelesaikan tugasnya di lapangan. Hasil tersebut harus dipelajari dan ditindaklanjuti oleh masyarakat, kepala kampung, kepala distrik maupun perangkat daerah terkait.
Ia berharap pengetahuan dan inovasi yang dibawa Tim Ekspedisi Patriot dapat diterapkan secara berkelanjutan, khususnya di kawasan Bomberay dan Tomage.
“Harapan saya, ini tetap berkelanjutan,” tegasnya.
Bupati juga berharap Kementerian Transmigrasi dapat memberikan dukungan agar program tersebut dilanjutkan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Menurutnya, keberlanjutan pendampingan hingga sekitar lima tahun dapat memberikan dampak terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam forum tersebut, sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat Bomberay-Tomage turut dibahas, antara lain kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, ketersediaan air, pupuk, irigasi, listrik, kesehatan, pengembangan UMKM, pertanian, pendidikan, budaya serta pariwisata.
Tim Ekspedisi Patriot memaparkan hasil kerja dalam lima rumpun utama, yakni listrik, air dan energi; agrokompleks; kesehatan; UMKM; serta pariwisata, kebudayaan dan pendidikan.
Pada sektor listrik, air dan energi, tim melakukan pemetaan jaringan irigasi di Bomberay dan menemukan dua titik kerusakan pada saluran primer. Tim juga melakukan pemetaan kualitas air tanah bersama Puskesmas Bomberay serta mengembangkan model pengolahan air berbahan lokal.
Sementara pada sektor energi, tim melakukan survei kesiapan masyarakat dan pemerintah kampung terhadap pemanfaatan energi terbarukan serta menyiapkan model energi surya.
Di bidang agrokompleks, kegiatan yang dilakukan meliputi demplot singkong, penanaman jagung, pemantauan pertumbuhan tanaman dan pH tanah, pengembangan padi mina, pengendalian hama serta pemetaan peternak sapi.
Tim juga melakukan uji pembuatan silase dan kompos serta merencanakan lokakarya silase-kompos di SMK Negeri 2 Fakfak.
Bupati meminta seluruh perangkat daerah terkait tidak hanya menerima hasil pemaparan, tetapi ikut mengambil bagian dalam menindaklanjuti rekomendasi yang dihasilkan tim.
Ia juga meminta Tim Ekspedisi Patriot kembali diundang ke Fakfak untuk mempresentasikan hasil kajian secara lebih lengkap di hadapan seluruh pimpinan perangkat daerah.
“Supaya nanti kita bisa melihat secara bersama-sama apa yang menjadi rekomendasi dan apa yang bisa kita tindak lanjuti,” ujarnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Fakfak Lud Masrur Kamudi, S.I.P., M.Si., pimpinan perangkat daerah terkait, Kapolres Fakfak, Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak, unsur TNI dan Batalyon 808, para kepala distrik, kepala kampung, tokoh agama, tokoh masyarakat serta Tim Ekspedisi Patriot Unpad.
Bupati menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, Tim Ekspedisi Patriot dan pemerintah pusat menjadi bagian penting untuk memastikan berbagai hasil kajian benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Bomberay-Tomage. (IB).































