Scroll untuk baca artikel
FakfakPapua

Dua Bulan Dampingi Bomberay-Tomage, Ekspedisi Patriot Unpad Siapkan Program Penguatan Masyarakat

×

Dua Bulan Dampingi Bomberay-Tomage, Ekspedisi Patriot Unpad Siapkan Program Penguatan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, FAKFAK|Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad) memaparkan hasil kajian dan pendampingan masyarakat selama kurang lebih dua bulan di kawasan transmigrasi Bomberay-Tomage, Kabupaten Fakfak.

Pemaparan tersebut berlangsung di Kantor Distrik Tomage, Rabu (23/9/2026), dengan menghadirkan Pemerintah Kabupaten Fakfak, perangkat daerah terkait, unsur TNI-Polri, kepala distrik, kepala kampung, tokoh agama, tokoh masyarakat serta Tim Ekspedisi Patriot Unpad.

Program pendampingan mencakup lima rumpun utama, yaitu listrik-air-energi, agrokompleks, kesehatan, UMKM, serta pariwisata, kebudayaan dan pendidikan.

Dalam bidang kesehatan, Tim Ekspedisi Patriot melaksanakan pelatihan dan praktik langsung bagi kader posyandu di Kampung Wamar pada 16–17 September 2026.

Di Bomberay, tim juga berdiskusi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Kesehatan, Puskesmas, pihak distrik serta perwakilan kader. Dalam kegiatan tersebut, para kader mendapatkan pelatihan mengenai 25 keterampilan dasar posyandu.

Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menilai penguatan kapasitas kader posyandu dapat mendukung program pemerintah dalam upaya penurunan stunting. Ia meminta agar setiap kampung memiliki posyandu yang aktif dengan dukungan petugas Puskesmas Tomage dan Bomberay.

Sementara pada sektor UMKM, tim menggelar workshop literasi digital, bisnis digital dan pemasaran digital di SMK yang diikuti 30 peserta dari unsur sekolah, pelaku usaha dan masyarakat dari 11 desa di wilayah Bomberay dan Tomage.

Tim juga melakukan pendataan dan kunjungan kepada pelaku UMKM, membantu pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta memberikan pendampingan dalam proses sertifikasi halal dan PIRT.

Di bidang pendidikan dan kebudayaan, Tim Ekspedisi Patriot menyusun modul ajar mengenai tradisi Fakfak dan keberagaman masyarakat, melakukan revitalisasi perpustakaan serta mengembangkan kegiatan sekolah bermain.

Tim juga membuat Zona Selamat Sekolah di Kampung Mekarsari, Bomberay, sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan siswa.

Untuk sektor pariwisata, tim melakukan pemetaan potensi di Bomberay dan Tomage. Dari hasil pemetaan tersebut, ditemukan belum tersedianya kelompok sadar wisata sehingga tim menyiapkan pengajuan Surat Keputusan pembentukan kelompok tersebut di bawah distrik.

Selain itu, tim melakukan pemetaan sosial di seluruh kawasan sebagai dasar pelatihan peningkatan kapasitas kelembagaan dan pengembangan produk masyarakat.

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Fakfak, Lud Masrur Kamudi, S.I.P., M.Si., mengatakan kehadiran Tim Ekspedisi Patriot membantu masyarakat mendapatkan informasi, pengetahuan dan pendampingan secara langsung.

Menurutnya, pelatihan kader posyandu serta pendampingan desain kemasan dan pemasaran menjadi sejumlah kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Hasil dari kajian maupun riset yang dilakukan oleh Tim Ekspedisi Patriot ini akan dijadikan rekomendasi,” kata Lud.

Keberlanjutan program tersebut berkaitan dengan rencana kerja Tim 13 Ekspedisi Patriot Unpad yang diketuai Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si. Melalui program KAPASITA-BT atau Kapabilitas Sosial Transmigrasi Adaptif Bomberay-Tomage, tim menyiapkan penguatan kelompok warga dan pengembangan usaha berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, Tim 13 menyiapkan workshop bertajuk “Peningkatan Kapasitas Manajemen Kelembagaan, Keuangan, dan Pemasaran Kawasan Transmigrasi Bomberay-Tomage” yang direncanakan berlangsung Minggu, 27 September 2026, mulai pukul 08.00 WIT di Aula SMK Negeri 2 Fakfak.

Workshop tersebut akan menghadirkan Prof. Usep Suhud, M.Si., Ph.D., guru besar manajemen pemasaran, sebagai narasumber.

Melalui KAPASITA-BT, penguatan kelompok diarahkan pada pembagian peran, penyusunan rencana kerja dan pencatatan usaha. Pendampingan usaha sagu juga diarahkan pada pemilihan produk percontohan berdasarkan ketersediaan bahan baku dan kesiapan masyarakat.

Tim menargetkan terbentuknya dua hingga tiga kelompok inti serta satu hingga dua varian produk sagu percontohan.

Untuk memastikan program dapat berjalan secara berkelanjutan, Tim Ekspedisi Patriot Kelompok 13 mengharapkan dukungan Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam menghubungkan kelompok masyarakat dengan perangkat daerah teknis, penyuluh serta mitra terkait.

Dengan demikian, hasil kajian dan pendampingan yang telah dilakukan tidak berhenti sebagai laporan, tetapi dapat menjadi dasar pengembangan program pemberdayaan masyarakat di kawasan Bomberay-Tomage. (IB).