BERITAPRESS. ID, FAKFAK|DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Fakfak menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) ke-V yang berlangsung penuh hikmat dan kebersamaan. Mengusung tema “Meneguhkan Loyalitas dan Soliditas Kader untuk Memantapkan Eksistensi Golkar di Kabupaten Fakfak”, forum tertinggi tingkat daerah ini dibuka secara resmi oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP.
Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pimpinan dan perwakilan partai politik se-Kabupaten Fakfak, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta pengurus dan kader Partai Golkar dari tingkat kabupaten hingga distrik.
Dalam sambutannya, Ketua DPD Golkar Papua Barat, Samaun Dahlan, menegaskan bahwa musda bukan sekadar agenda rutin untuk pergantian kepengurusan atau evakuasi organisasi, melainkan momentum krusial untuk peneguhan tanggung jawab kader demi menjaga keberlanjutan kelembagaan partai, (15/8/2026).
Samaun menyoroti tiga hal mendasar yang menjadi perhatian utama untuk memperkuat eksistensi kepengurusan baru DPD Partai Golkar Kabupaten Fakfak.
Samaun menggarisbawahi pentingnya proses kaderisasi yang tidak bergantung pada figur personal semata.
”Keberlanjutan dan dinamika organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan kita menyiapkan kader pada setiap lini dan jenjang kepengurusan,” ujar Samaun. Ia mendorong ruang yang lebih luas bagi kader muda, perempuan, serta potensi lokal dari kampung hingga distrik.
Konsolidasi tidak hanya bertumpu pada pengurus tingkat kabupaten, tetapi harus hidup hingga 17 Pimpinan Distrik dan Pimpinan Desa/Kampung. Penguatan tata kelola organisasi, keakuratan data anggota, serta tertib administrasi menjadi kunci agar mesin partai berfungsi optimal.
Menghadapi tantangan zaman, Golkar dinilai perlu terus beradaptasi dengan sistem tata kelola yang modern, transparan, dan profesional. Penataan kepengurusan harus diikuti dengan kejelasan pembagian tugas dan evaluasi kinerja secara berkala.
Selain penataan internal, Samaun Dahlan juga mengajak seluruh kader untuk berani membaca peta politik dan dinamika pemilih yang terus berubah menjelang kontestasi 2029.
Ia mengingatkan agar capaian perolehan kursi di DPRD Fakfak, seperti 4 kursi pada periode 2019-2024 dan 3 kursi pada Pemilu 202dijadikan bahan evaluasi objektif untuk membakar semangat perubahan dan motivasi baru.
”Kemenangan di 2029 tidak bisa diraih dengan menunggu. Pembenahan kelembagaan dan kerja politik harus dimulai dari sekarang. Siapa pun yang terpilih menjadi Ketua DPD nanti harus mampu merangkul seluruh kader, menghilangkan sekat, dan melibatkan generasi muda serta elemen senior secara harmonis,” tegasnya.
Menutup arahannya, Samaun berharap Musda V DPD Partai Golkar Kabupaten Fakfak dapat melahirkan keputusan-keputusan terbaik, struktur pengurus yang solid, serta program kerja yang terukur demi pengabdian nyata kepada masyarakat Kabupaten Fakfak. (IB).





























