BERITAPRESS. ID, FAKFAK|Semangat toleransi dan persaudaraan sejati kembali membumbung tinggi di Bumi Cenderawasih. Berlandaskan falsafah luhur “Satu Tungku Tiga Batu”, masyarakat Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menggelar tradisi adat Tombor Maghi (Tombor-Magh) sebagai aksi nyata solidaritas pembangunan dua rumah ibadah sekaligus yaitu Masjid At-Taqwa Saharey dan Gereja GKI Betel Waserat, (14/7/2026).
Acara pengumpulan dana dan harta bersama ini berlangsung khidmat dan meriah. Tidak hanya dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah, aksi kemanusiaan ini juga mempertemukan seluruh elemen masyarakat mulai dari warga kampung, masyarakat kota, hingga berbagai etnis nusantara yang telah lama menetap dan menjadi bagian dari keluarga besar Kabupaten Fakfak.
Suasana haru dan penuh semangat gotong royong semakin terasa saat Kepala Distrik Kayauni, Stepanus Wagab, memimpin langsung Marga Wagab yang mendiami Kampung Waserat dan Kampung Brong. Dengan membawa menggerakkan sumbangsih terbaik mereka.
”Ini adalah bukti nyata bahwa di Kota Pala ini, perbedaan keyakinan bukanlah sekat. Melalui tradisi Tombor Maghi, kami bersama-sama menjaga warisan leluhur untuk saling menopang dalam mendirikan rumah Tuhan,” ujar Kepala Distrik Kayauni Srepanus Wagab.
Tradisi Tombor Maghi kali ini kembali membuktikan bahwa falsafah Satu Tungku Tiga Batu yang melambangkan keharmonisan antara adat, agama, dan pemerintah bukan sekadar slogan, melainkan napas kehidupan sehari-hari masyarakat Fakfak.
Seluruh bantuan yang terkumpul nantinya akan dialokasikan langsung untuk percepatan pembangunan Masjid At-Taqwa Saharey dan Gereja GKI Betel Waserat agar dapat segera digunakan oleh para jemaah. (IB).



























