Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Pengawas Silang hingga Zoom, SMKN 5 Palembang Perketat Pengawasan TKA

×

Pengawas Silang hingga Zoom, SMKN 5 Palembang Perketat Pengawasan TKA

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | SMK Negeri 5 Palembang menerapkan sistem pengawasan berlapis dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ujian berlangsung transparan, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Kepala SMK Negeri 5 Palembang, Bambang Riadi, S.Pd., M.Pd., melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Kushendratno, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pengawasan pelaksanaan TKA melibatkan pengawas silang dari masing-masing rayon serta penyelia dari luar sekolah.

Menurut Kushendratno, pengawasan tidak hanya dilakukan secara langsung di ruang ujian, tetapi juga melalui pemantauan daring menggunakan aplikasi Zoom.

“Untuk transparansi pelaksanaan ujian, pertama pengawas yang bertugas merupakan pengawas silang dari rayon masing-masing. Kemudian, pengujian SMK juga langsung dari Dinas Pendidikan Provinsi,” ujar Kushendratno, Selasa (3/11/2026).

Ia menambahkan, penyelia dari luar turut melakukan pemantauan melalui tautan Zoom. Dengan demikian, pengawasan mencakup pengawas maupun peserta ujian selama pelaksanaan TKA berlangsung.

Selain itu, sekolah juga menerapkan aturan ketat terhadap penggunaan perangkat elektronik. Siswa yang membawa telepon genggam maupun perangkat lainnya diwajibkan mengumpulkannya di depan meja pengawas sebelum ujian dimulai.

Pihak sekolah juga mengingatkan peserta agar tidak mengambil maupun mengunggah foto yang memperlihatkan soal atau aktivitas di dalam ruang ujian.

Kushendratno menjelaskan, pernah ditemukan foto dari salah satu sekolah yang memperlihatkan latar belakang soal ujian. Foto tersebut kemudian diminta untuk dihapus karena tidak sesuai dengan ketentuan pelaksanaan ujian.

“Memang, jika seseorang mengambil foto dengan latar belakang memperlihatkan soal-soal ujian, itu termasuk salah satu bentuk pelanggaran. Karena memang tidak diperkenankan mengunggah kondisi atau aktivitas yang berada di dalam ruang ujian,” tegasnya.

Dalam persiapan menghadapi TKA, SMKN 5 Palembang juga memberikan fasilitas latihan kepada siswa melalui tautan try out yang berisi soal-soal dari Kemendikdasmen. Materi tersebut diharapkan membantu siswa mengenali bentuk soal sekaligus mempersiapkan diri menghadapi ujian.

Memasuki hari kedua pelaksanaan, Kushendratno berharap seluruh siswa dapat mengerjakan soal dengan kemampuan masing-masing dan memperoleh hasil maksimal.

Menurutnya, nilai TKA menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan siswa, khususnya bagi mereka yang berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur seleksi tertentu.

“Walaupun saat ini sudah memasuki hari kedua, harapan kami siswa-siswa dapat menjawab soal dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Sebab, nilai TKA ini sangat memengaruhi masa depan mereka, terutama bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau siswa agar memanfaatkan waktu persiapan yang masih tersedia dengan mempelajari kisi-kisi maupun soal latihan yang telah dibagikan sekolah.

Terkait mata pelajaran pilihan, Kushendratno menyarankan agar siswa mempertimbangkan mata pelajaran kejuruan sesuai kompetensi masing-masing. Sementara mata pelajaran pilihan kedua dapat disesuaikan dengan rencana pendidikan selanjutnya.

“Namun, kami menyarankan salah satu mata pelajaran pilihan yang diambil adalah mata pelajaran kejuruan sesuai dengan kompetensi masing-masing. Untuk mata pelajaran pilihan kedua, mereka bisa menentukan sesuai dengan kebutuhan dan rencana ke depannya,” jelasnya.

Ia mencontohkan, siswa yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Fakultas Kedokteran dapat mempertimbangkan Biologi sebagai salah satu mata pelajaran pilihannya.

Untuk pelaksanaan berikutnya, Kushendratno berharap pihak pusat dapat menyediakan lebih banyak tautan pembahasan soal agar siswa semakin mudah memahami materi dan mempersiapkan diri menghadapi TKA.

“Kami berharap ke depan, khususnya kepada pihak pusat, agar lebih banyak mengirimkan link pembahasan soal. Dengan demikian, siswa bisa lebih mudah mempelajari dan memahami materi sebagai persiapan menghadapi TKA,” harapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga hari kedua pelaksanaan, seluruh siswa peserta TKA di SMKN 5 Palembang hadir mengikuti ujian. Meski terdapat beberapa siswa yang terlambat, keterlambatan tersebut hanya berlangsung beberapa menit.

Siswa Akui Bahasa Inggris Lanjutan Menantang

Sementara itu, salah seorang peserta TKA SMKN 5 Palembang, Lioni Zahara Putri, mengungkapkan pengalamannya selama mengikuti ujian. Dari sejumlah mata pelajaran yang diujikan, menurutnya Bahasa Inggris Lanjutan menjadi mata pelajaran yang paling menantang.

“Menurut saya, mata pelajaran pilihan yang saya ambil, yaitu Bahasa Inggris Lanjutan,” ujar Poni.

Ia mengatakan, tingkat kesulitan soal sebenarnya masih dapat dihadapi. Namun, soal berbentuk cerita memiliki teks yang cukup panjang sehingga membutuhkan ketelitian dalam membaca dan memahami pertanyaan.

“Sebenarnya soalnya tidak terlalu sulit, tetapi soal ceritanya panjang sekali,” ungkapnya.

Meski demikian, Poni menilai waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal masih mencukupi. Ia mengakui sempat merasa tegang selama mengikuti ujian, tetapi tetap berusaha menyelesaikan soal dengan baik.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses siswa dalam menghadapi evaluasi akademik sekaligus mempersiapkan langkah menuju pendidikan lanjutan. (MR)