Scroll untuk baca artikel
PalembangSumsel

Harmoko Ungkap Keluhan Pedagang di Tengah Karhutla, APKLI Apresiasi Perhatian Cik Ujang

×

Harmoko Ungkap Keluhan Pedagang di Tengah Karhutla, APKLI Apresiasi Perhatian Cik Ujang

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESSS.ID, PALEMBANG | Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Sumatera Selatan memberikan apresiasi kepada Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang dengan menobatkannya sebagai “Bapak Pedagang Kaki Lima Sumatera Selatan”.

Pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas perhatian, kepedulian, serta dukungan Cik Ujang terhadap keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Selatan.

Bagi para pedagang kaki lima, perhatian pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan ruang usaha yang semakin baik. Kehadiran pemimpin di tengah masyarakat juga dinilai memberikan semangat bagi para pelaku usaha kecil yang selama ini turut menggerakkan perekonomian daerah.

Cik Ujang dikenal kerap hadir langsung dalam berbagai kegiatan masyarakat. Tidak hanya dalam agenda pemerintahan, ia juga menyempatkan diri menyapa masyarakat, berdialog dengan pelaku usaha, serta melihat secara langsung aktivitas ekonomi masyarakat di lapangan.

Dukungan terhadap PKL dan UMKM menjadi bagian dari upaya mendorong perekonomian masyarakat agar terus tumbuh. Para pedagang kecil yang beraktivitas di berbagai wilayah Sumatera Selatan memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus membuka sumber penghasilan bagi keluarga.

Melalui berbagai kesempatan tersebut, Cik Ujang menunjukkan perhatian terhadap pelaku usaha kecil. Kehadirannya di tengah pedagang menjadi ruang untuk mendengarkan aspirasi, melihat kondisi secara langsung, serta membangun komunikasi yang lebih dekat antara pemerintah dan masyarakat.

Penobatan sebagai “Bapak Pedagang Kaki Lima Sumatera Selatan” menjadi simbol kedekatan Cik Ujang dengan para pedagang kaki lima. Apresiasi tersebut sekaligus mencerminkan harapan agar perhatian terhadap sektor informal dan UMKM dapat terus diperkuat.

Bagi APKLI Sumsel dan para pedagang, dukungan terhadap UMKM tidak hanya berkaitan dengan kegiatan ekonomi, tetapi juga menyangkut keberlangsungan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari usaha kecil yang dijalankan setiap hari.

Cik Ujang diharapkan terus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkembang, sehingga PKL dan pelaku UMKM dapat semakin mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Dengan semangat hadir, menyapa, dan mendengar langsung masyarakat, perhatian terhadap pedagang kaki lima diharapkan terus menjadi bagian dari pembangunan ekonomi Sumatera Selatan yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

APKLI Sumsel bersama para pedagang kaki lima berharap sinergi antara pemerintah, organisasi pedagang, dan pelaku UMKM semakin kuat demi kemajuan ekonomi masyarakat Sumatera Selatan.

Sementara, Ketua Umum DPW APKLI Sumsel, Harmoko, mengatakan diskusi tersebut membahas dua hal, yakni perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel serta dampaknya terhadap ekonomi pedagang kaki lima dan UMKM.

“Yang pertama kita bahas soal karhutla, berapa jumlah titik hotspot, berapa lahan mineral dan gambut yang terdampak, serta sejauh mana upaya pemadaman dan pencegahannya. Kedua, soal dampak ekonomi,” ujar Harmoko.

Ia menjelaskan, karhutla berdampak langsung terhadap menurunnya omzet pedagang. Asap yang ditimbulkan membuat masyarakat enggan beraktivitas di luar rumah, sehingga pembeli sepi.

“Dampaknya sangat besar untuk pedagang. Pelaku usaha sepi pembeli, omzet turun karena orang tidak mau keluar rumah akibat asap,” katanya.

Untuk itu, APKLI Sumsel berharap ada stimulus dari pihak perbankan, khususnya BRI, untuk membantu pedagang yang terdampak. Harmoko mengusulkan adanya bantuan ataupun skema KUR tanpa bunga.

“Kita berharap dari perbankan, khususnya BRI, bisa memberi stimulus atau bantuan KUR tanpa bunga. Itu baru benar-benar membantu,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Harmoko juga menyampaikan apresiasi terhadap Wakil Gubernur Sumsel yang dinilai aktif memperhatikan pedagang kaki lima.

Menurutnya, Pemprov Sumsel selama ini telah memberikan bantuan berupa gerobak, etalase, payung, dan boks kepada pedagang.

“Kami apresiasi Pak Wagub, beliau aktif dan sering memborong dagangan pedagang kaki lima. Dari Pemprov kami juga mendapat bantuan gerobak, etalase, dan payung yang sangat membantu. Atas dasar itu, kami menobatkan beliau sebagai Bapak Pedagang Kaki Lima Indonesia Sumatera Selatan,” ujarnya.

Terkait kondisi pedagang yang saat ini sepi pembeli, Harmoko berpesan agar pedagang tetap sabar dan bertahan sambil menunggu adanya bantuan dari pemerintah maupun perbankan.

“Pesannya sabar dan bertahan dulu, sambil menunggu bantuan yang akan datang, baik dari pemerintah maupun perbankan. Harapannya juga ada dermawan yang peduli terhadap pedagang terdampak karhutla,” tutupnya. (MR)