BERITAPRESS, ID FAKFAK/Tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan operasi katarak gratis di RSUD Fakfak menjadi potret nyata bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan mata di Kabupaten Fakfak masih sangat besar.
Kondisi ini dinilai memerlukan perhatian serius guna memperkuat sistem layanan kesehatan di daerah tersebut. Terobosan ini menjadi pijakan dasar keseriusan Pemerintah Kabupaten Fakfak di era kepemimpinam Bupati dan Wakil Bupati Fakfak, Samaun Dahlan dan Donatus Nimbitkendik.
Direktur RSUD Fakfak, Farid Fauzan Mahubessy, S.Kep., M.A.R.S., mengungkapkan bahwa dari ratusan warga yang mendaftar dalam agenda bakti sosial tersebut, sebagian besar merupakan pasien yang selama ini mendambakan penanganan mata, baik berupa operasi maupun pemeriksaan lanjutan.
”Kalau pelayanan mata di Fakfak bisa diperkuat, tentu ini akan sangat membantu masyarakat. Mereka tidak perlu lagi jauh-jauh keluar daerah untuk mendapatkan penanganan, sementara pemerintah daerah juga dapat menekan beban rujukan,” ujar Farid saat diwawancarai oleh awak media, Kamis (02/07/2026).
Farid mengakui, keterbatasan fasilitas membuat RSUD Fakfak belum mampu menangani seluruh kasus mata secara mandiri. Beberapa kasus spesifik seperti trauma mata, paparan bahan kimia, hingga gangguan yang memerlukan peralatan operasi kompleks masih harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah dengan fasilitas yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, kehadiran dokter spesialis mata definitif dan pemenuhan alat kesehatan standar menjadi kebutuhan yang mendesak.
Sebagai langkah konkret, Farid membeberkan bahwa pihak rumah sakit telah membuka rekrutmen dokter spesialis mata sejak empat bulan lalu. Langkah ini diharapkan menjadi awal bagi RSUD Fakfak untuk menghadirkan pelayanan mata yang komprehensif, berkelanjutan, dan mandiri tanpa harus terus-menerus bergantung pada rujukan luar daerah.
Selain penguatan internal rumah sakit, kolaborasi dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama juga menjadi poin krusial. Farid menekankan pentingnya peran aktif Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk menjangkau masyarakat yang tersebar di 17 distrik di Kabupaten Fakfak, terutama di kawasan terpencil.
”Kami berharap pelayanan seperti ini tidak hanya terpusat di rumah sakit, tetapi juga melibatkan puskesmas secara aktif dalam menjaring pasien-pasien dari distrik terpencil, sehingga pelayanan kesehatan mata benar-benar merata,” tambahnya.
Momentum operasi katarak gratis ini, lanjut Farid, bukan sekadar aksi sosial sesaat, melainkan menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah. Ke depan, RSUD Fakfak ditargetkan mampu meningkatkan kualitasnya sebagai rumah sakit rujukan daerah yang siap memberikan pelayanan kesehatan spesialistik secara luas dan merata bagi seluruh masyarakat Fakfak, (IB).



























