Sumsel

Toleransi Keamanan Daerah, Bukan Cuma Slogan

×

Toleransi Keamanan Daerah, Bukan Cuma Slogan

Sebarkan artikel ini
foro : ist

BERITAPRESS.ID PALEMBANG | Toleransi keamanan daerah menjadi salah satu fondasi penting guna menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis sehingga sikap saling menghormati perbedaan dapat membantu mencegah konflik sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Keamanan daerah tidak hanya ditopang oleh aparat penegak hukum, melainkan  juga seberapa besar partisipasi masyarakat dalam menjaga kerukunan, apalagi ketika toleransi itu bisa terjaga, maka hubungan antarwarga akan bertambah lebih kuat, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi dapat berjalan dengan baik.

Nilai ini tentu terlihat dalam doa bersama lintas agama dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Mapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (30/6/2026).

Kegiatan  bertema “Satu Doa, Satu Hati, Satu Indonesia” itu dihadiri pemerintah daerah, kepolisian, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, H. Edward Candra, mengatakan kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya semangat toleransi dan kebersamaan masyarakat Sumsel.

Ia menilai, persatuan dan kerukunan perlu terus dijaga agar Sumsel tetap berada dalam kondisi aman dan kondusif.

Menurutnya, keamanan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Edward juga menyampaikan apresiasi kepada Polri atas perannya dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat/

Ia berharap Polri terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho menegaskan keamanan daerah tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak saja, namun dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat, tokoh agama, dan masyarakat menjadi faktor utama terciptanya situasi yang kondusif.

Ia mengakui Sumsel hingga kini tetap dalam kondisi aman berkat kerja sama seluruh pihak, doa lintas agama menjadi salah satu momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan.

Tips Menjaga Toleransi di Tengah Masyarakat

Dalam kehidupan sehari-hari, toleransi dapat dijaga dengan cara sederhana, seperti menghormati perbedaan, menjaga etika dalam berkomunikasi, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya, kebiasaan tersebut membantu membangun rasa saling percaya dan memperkuat hubungan antarmasyarakat.

Oleh sebab itu di tengah kehidupan masyarakat yang semakin beragam, toleransi bukan hanya menjadi nilai moral, tetapi juga modal sosial yang memperkuat persatuan.

Ketika masyarakat mampu menjaga kerukunan, rasa aman akan tumbuh, pembangunan dapat berlangsung berkelanjutan, dan daerah memiliki fondasi yang lebih kuat untuk terus berkembang. (***) /one