BERITAPRESS.ID, JAKARTA | Indonesia terus memperkuat posisi dalam ekonomi digital Indonesia yang kini menjadi salah satu motor pertumbuhan utama di kawasan Asia Tenggara. Dengan kontribusi sekitar 40 persen terhadap ekonomi digital ASEAN, Indonesia diproyeksikan memiliki nilai ekonomi digital hingga USD360 miliar dalam beberapa tahun ke depan, seiring penguatan ekosistem digital nasional yang mencakup infrastruktur, talenta, dan inovasi teknologi.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menjelaslam potensi ekonomi digital nasional diproyeksikan mencapai sekitar USD105 miliar pada 2025 dan dapat berkembang hingga USD260–360 miliar dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut Nezar Patria, besarnya pasar saja tidak cukup untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan teknologi global.
Masa depan ekonomi digital Indonesia, katanya sangat bergantung pada penguatan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari infrastruktur digital, pengembangan talenta, industri teknologi, hingga inovasi yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, tanpa keterhubungan antar elemen tersebut, pertumbuhan hanya akan berhenti pada sisi konsumsi, bukan produksi teknologi.
Pemerintah saat ini telah menyiapkan sejumlah prioritas dalam pengembangan ekosistem digital nasional sebagai bagian dari strategi Indonesia Digital 2045.
Langkah ini diarahkan untuk memperkuat daya saing nasional dan mendorong kemandirian teknologi dalam jangka panjang. Nezar menambahkan apa yang dibangun hari ini akan menentukan posisi Indonesia pada 2045, apakah mampu menjadi pemain utama atau hanya pengguna teknologi global.
Sebagai pembelajaran, Indonesia juga menyoroti pengalaman India dalam membangun infrastruktur publik digital. Sistem seperti Unified Payment Interface (UPI) dan Aadhaar dinilai berhasil menjadi fondasi penting dalam memperluas layanan keuangan digital dan inklusi masyarakat.
Model ini dianggap relevan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia melalui sistem yang inklusif dan terintegrasi.
Selain penguatan domestik, Indonesia juga didorong untuk memperkuat posisi dalam rantai pasok teknologi global, khususnya pada pengembangan teknologi baru seperti kecerdasan artifisial (AI).
Saat ini, Indonesia masih berada pada tahap awal dalam penguasaan teknologi tersebut sehingga diperlukan strategi yang lebih terarah agar tidak tertinggal dalam kompetisi global.
Nezar Patria menegaskan Indonesia memiliki modal besar berupa talenta, ide, dan semangat. Namun, seluruh potensi tersebut perlu diikat dalam ekosistem yang kuat dan kolaboratif.
Melalui forum seperti Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026, pemerintah berharap lahir sinergi yang mampu mempercepat transformasi digital nasional dan memperkuat posisi Indonesia di peta ekonomi digital dunia. (***)



























