Bisnis

Ekonomi Kreatif Pengalaman Imersif Jadi Arah Baru Industri

×

Ekonomi Kreatif Pengalaman Imersif Jadi Arah Baru Industri

Sebarkan artikel ini
foto : ekraf.go.id

BERITAPRESS.ID, JAKARTA | Ekonomi kreatif (Ekraf) Indonesia mulai bergeser ke arah pengalaman imersif sebagai bentuk baru pengembangan industri kreatif. Pergeseran ini terlihat dari munculnya ruang-ruang kreatif interaktif yang tidak hanya berbasis konten digital, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung yang bernilai edukatif dan ekonomi.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerangkan masa depan ekonomi kreatif tidak lagi hanya bertumpu pada talenta dan produksi konten, tetapi juga pada penciptaan ruang pengalaman yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hal tersebut ia sampaikan saat mengunjungi Wonderlab di Senayan City, Jakarta, yang menjadi salah satu contoh pengembangan ruang kreatif berbasis pengalaman imersif di Indonesia.

Menurutnya, industri kreatif kini bergerak menuju model baru yang mampu menggabungkan inovasi, teknologi, dan interaksi langsung dengan pengguna.

“Saya mengapresiasi inovasi yang ada. Ketika kreativitas diterjemahkan menjadi ruang imersif seperti ini, kita tidak hanya menciptakan nilai ekonomi baru, tetapi juga ruang tumbuh bagi generasi masa depan,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Ia menilai, konsep ekonomi kreatif berbasis pengalaman atau experience economy menjadi salah satu arah penting dalam pengembangan sektor ini ke depan. Model tersebut memungkinkan kreativitas tidak hanya dikonsumsi, tetapi juga dialami secara langsung oleh masyarakat.

Wonderlab sendiri hadir sebagai destinasi edukasi dan bermain imersif yang menggabungkan teknologi mekatronik dan desain multisensori. Ruang ini dirancang untuk mendorong perkembangan fisik, kognitif, dan emosional anak serta praremaja.

Dengan luas sekitar 1.405 meter persegi, Wonderlab menghadirkan berbagai zona interaktif, termasuk area petualangan imersif, kelas multidisiplin untuk anak usia dini, hingga kolam bola interaktif berisi ratusan ribu bola yang menjadi salah satu fasilitas terbesar di Jakarta.

Konsep yang diusung menggabungkan aktivitas fisik dan teknologi seperti projection mapping untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif dan menyenangkan.

Pihak pengembang menyebut pendekatan ini sebagai bagian dari upaya menyeimbangkan perkembangan akademik dengan kemampuan motorik dan karakter anak.

Selain aspek hiburan, ruang imersif seperti Wonderlab juga dipandang sebagai bentuk baru pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan generasi saat ini yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi.

Kementerian Ekonomi Kreatif menilai penguatan ruang kreatif dan infrastruktur pendukung menjadi penting untuk mendorong lahirnya lebih banyak inovasi serupa di Indonesia.

Melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis pengalaman, pemerintah berharap sektor ini dapat menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru yang tidak hanya berfokus pada digitalisasi konten, tetapi juga pada pengalaman nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. (***) ekraf/one