Kelas Industri Dorong Lulusan SMK Sumsel Siap Kerja, Delapan Siswa Lolos Seleksi PT Tongji
BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Program kelas industri yang diterapkan di SMK Negeri Sumatera Selatan (Sumsel) terbukti memberikan pengalaman dan bekal nyata bagi siswa untuk memasuki dunia kerja. Melalui program tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran di sekolah, tetapi juga kesempatan magang langsung di dunia industri.
Salah seorang alumni jurusan perhotelan Niana Dian Agustin mengatakan, kelas industri menjadi jembatan bagi siswa untuk mengenal dunia kerja sejak dini.
”SMK Negeri Sumsel mengikuti program kelas industri. Ada beberapa siswa yang secara khusus mengikuti program tersebut dan mendapatkan kesempatan magang di hotel,” ujarnya.
Menurutnya, setelah menyelesaikan pendidikan dan dinyatakan lulus, siswa juga mendapat kesempatan mengikuti seleksi kerja melalui kerja sama yang telah terjalin antara sekolah dan sejumlah perusahaan.
Salah satu perusahaan yang membuka peluang kerja bagi lulusan adalah PT Tongji Seribu Rasa. Pada proses seleksi yang digelar beberapa waktu lalu, jumlah peserta yang mengikuti seleksi mencapai sekitar 22 orang.
”Pesertanya cukup banyak, tetapi yang diterima hanya delapan siswa. Seluruh yang diterima berasal dari jurusan perhotelan,” katanya.
Ia menjelaskan, PT Tongji merupakan perusahaan yang memiliki banyak gerai di berbagai pusat perbelanjaan. Selain bergerak di bidang minuman, perusahaan tersebut juga tengah melakukan ekspansi usaha dengan membuka gerai restoran baru sehingga membutuhkan tenaga kerja tambahan.
Terkait siswa yang belum berhasil lolos seleksi, ia berpesan agar tidak berkecil hati dan tetap optimistis mencari peluang kerja lainnya.
”Jangan menyerah dan jangan kecewa. Mungkin kesuksesan kalian bukan di PT Tongji, tetapi di tempat lain yang lebih baik dan sesuai,” tuturnya.
Ia juga membagikan tips bagi lulusan yang sedang mencari pekerjaan agar lebih mempersiapkan diri menghadapi wawancara kerja.
”Pelajari pertanyaan-pertanyaan yang biasa diajukan HRD. Persiapan saat wawancara sangat penting karena menjadi salah satu penentu diterima atau tidaknya seseorang di perusahaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai pendidikan di jurusan perhotelan telah membekali siswa dengan kedisiplinan dan karakter yang kuat. Menurutnya, peran kepala jurusan dan para guru sangat besar dalam membentuk kesiapan siswa menghadapi dunia industri.
”Pendidikan yang kami terima sangat baik. Guru-guru mendidik dengan disiplin sehingga siswa lebih siap menghadapi dunia kerja yang sebenarnya,” ungkapnya.
Pengalaman praktik kerja industri selama sembilan bulan juga memberikan banyak pelajaran berharga. Ia mengaku semakin matang dan memahami budaya kerja profesional setelah menjalani praktik di Hotel Ilumino Palembang.
Sementara, wali murid Niana Dian Agustin, yakni Ayu Yolanda menilai dukungan orang tua melalui komite sekolah juga memiliki peran penting dalam menunjang berbagai program pendidikan.
”Kalau ada kendala tentu bisa dibicarakan dengan baik. Sejauh yang saya rasakan, sekolah juga tidak memaksakan dan tetap memberikan toleransi kepada siswa,” katanya.
Menurutnya, kelas industri menjadi sarana efektif untuk membentuk mental dan karakter siswa agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja.
”Magang dan bekerja itu berbeda. Saat sudah bekerja, disiplin menjadi nomor satu. Apa yang dibentuk oleh sekolah, seperti disiplin, manajemen waktu, dan etika kerja harus benar-benar diterapkan,” tegasnya.
Ia berharap para lulusan mampu membangun masa depan dan karier yang baik di mana pun mereka bekerja.
”Dunia kerja itu menyenangkan bagi mereka yang mau menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Selama mampu beradaptasi dengan baik dan mengutamakan etika, saya yakin mereka bisa berhasil di mana pun bekerja,” pungkasnya.
Siswa yang diterima, Fathir Tong Tji, Niana dian agustin Tong Tji, Nabiilah bilqis kalea Tong Tji, rizky ramadhan Tong Tji, Amalia putri Tong Tji, Ikrimah wahdaniah Tong Tji, R.A Chelse Apriani Tong Tji, Jelita Sarah Tong Tji dan Faris Hamzah Hotel The Alt.
Kepala SMK Negeri Sumatera Selatan, Drs. H. Zulkarnain, M.T., menegaskan bahwa SMK Negeri Sumsel merupakan sekolah yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun sosial peserta didik.
”SMK Negeri Sumsel menerima peserta didik dari semua elemen masyarakat tanpa membeda-bedakan kalangan. Semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, pembinaan karakter, serta peluang mengembangkan kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing,” ujar Zulkarnain.
Menurutnya, keberagaman latar belakang siswa justru menjadi kekuatan yang mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, sehingga seluruh peserta didik dapat tumbuh dan berkembang bersama dalam meraih cita-cita mereka. (MR)




























































