SumselTNI-Polri

Kapolri Resmikan Kedai ADO Presisi, Ruang Singgah dan Makan Murah bagi Ojol

×

Kapolri Resmikan Kedai ADO Presisi, Ruang Singgah dan Makan Murah bagi Ojol

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Kunjungan kerja Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ke Kota Palembang menjadi momentum penting bagi komunitas ojek online (ojol) di Sumatera Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri meresmikan Kedai ADO Presisi, sebuah ruang makan murah yang diperuntukkan khusus bagi para pengemudi ojek online.

Peresmian kedai yang berlokasi di Sekretariat Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan itu menjadi simbol dukungan pemerintah dan kepolisian terhadap para pekerja sektor informal yang setiap hari menggantungkan penghasilan dari aktivitas di jalan.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menilai kehadiran para driver ojol turut membantu pemerintah dalam menekan angka pengangguran di daerah.

Menurutnya, profesi sebagai pengemudi ojek online merupakan bentuk kerja mandiri yang patut dihargai karena mampu memberikan penghidupan bagi banyak keluarga.

“Yang jelas para driver ini tetap menjadi pahlawan bagi keluarganya. Dengan adanya pekerjaan di sektor ini, tentu membantu pemerintah dalam menekan angka pengangguran,” kata Herman Deru.

Ia juga berharap para driver ojol yang tergabung dalam komunitas ADO dapat menjadi contoh bagi masyarakat, khususnya dalam hal menjaga ketertiban lalu lintas.

Menurut Herman Deru, para pengemudi ojol telah mendapatkan pembinaan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga kepolisian.

“Karena dibina oleh berbagai pihak, mulai dari wali kota, gubernur hingga kepolisian, maka anggota ADO ini setidaknya harus menjadi duta tertib lalu lintas,” ujarnya.

Herman Deru juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dan kepolisian terhadap komunitas ojek online di Sumatera Selatan. Ia menilai langkah tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap masyarakat yang bekerja di sektor informal.

“Dengan cara seperti ini pemerintah tentu sangat terbantu. Tidak perlu diperdebatkan apakah sektor formal atau informal, yang penting masyarakat Sumsel bisa bekerja dan menafkahi keluarganya,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD ADO Sumatera Selatan M. Asrul Indrawan mengatakan kunjungan Kapolri ke Palembang merupakan bentuk perhatian langsung terhadap para pengemudi ojek online.

Ia menjelaskan sekitar dua pekan sebelum kunjungan tersebut, pihaknya dipanggil oleh Kapolda Sumatera Selatan untuk membahas rencana dialog antara Kapolri dan komunitas ojol.

“Pak Kapolri memang ingin berdialog langsung dengan ojol. Ini bukan hanya untuk Sumatera Selatan, tetapi juga menjadi perhatian secara nasional,” kata Asrul.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga meninjau langsung keberadaan Kedai ADO yang kemudian dikembangkan menjadi Kedai ADO Presisi dengan dukungan dari Polda Sumatera Selatan.

Menurut Asrul, fasilitas tersebut disiapkan sebagai tempat berkumpul bagi para driver untuk beristirahat sekaligus mendapatkan makanan dan minuman dengan harga terjangkau.

“Alhamdulillah, kedai ini dirombak total dan dibangun kembali. Kawan-kawan ojol bisa makan, ngopi, dan beristirahat di sini dengan harga yang murah,” ujarnya.

Selain peresmian kedai, ADO Sumatera Selatan juga menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Kapolri, salah satunya terkait legalitas profesi driver ojol yang dinilai hingga kini belum memiliki payung hukum yang jelas.

Mereka juga berharap adanya sistem tarif yang lebih adil dan merata di berbagai platform aplikasi.

Di sisi lain, ADO Sumsel bersama kepolisian juga tengah merancang program keamanan bagi para pengemudi yang bekerja di jalan, salah satunya melalui sistem panic button.

Fitur tersebut nantinya memungkinkan driver untuk meminta bantuan polisi secara cepat ketika terjadi kecelakaan maupun tindak kejahatan.

“Program ini sedang kami rancang bersama kepolisian. Jika terjadi kecelakaan atau pembegalan, driver bisa langsung meminta bantuan dengan cepat,” kata Asrul.

Ia menambahkan sistem tersebut nantinya akan terintegrasi dengan teknologi pelacakan lokasi sehingga posisi pengemudi dapat langsung diketahui saat terjadi keadaan darurat.

Menurutnya, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan rasa aman bagi para driver yang setiap hari bekerja di jalan dan menghadapi berbagai risiko.

“Kami sangat bangga karena Kapolri memberikan perhatian khusus kepada ojol di Sumatera Selatan. Bahkan beliau ingin langsung bertemu dengan kami dan berdialog,” ujarnya.

Ia menambahkan perhatian tersebut menjadi motivasi bagi para driver untuk terus menjaga solidaritas dan kondusivitas di wilayah Sumatera Selatan.

“Pak Kapolri juga menyampaikan bahwa Sumatera Selatan dikenal kompak dan kondusif. Itu yang harus terus kita jaga bersama,” kata Asrul. (MA)