BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kota Palembang, Ahsanul Amali, menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi antara pelaku ekonomi kreatif dan otoritas kepabeanan guna mendorong percepatan ekspor produk kreatif lokal.
Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan ramah-tamah bersama Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Timur (Sumbagtim), Agus Sudarmadi, Selasa (24/02/2026). Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk membangun kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat daya saing produk kreatif Sumatera Selatan di pasar global.
Dalam suasana penuh keakraban dan dialog konstruktif, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari kemudahan prosedur ekspor, pemahaman regulasi kepabeanan, hingga peluang pengembangan UMKM kreatif agar mampu menembus pasar internasional.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan (PWNU Sumsel), KH Hendra Zainuddin, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem ekonomi yang berdaya saing dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Ahsanul Amali mengatakan, kehadiran GEKRAFS dalam forum tersebut merupakan langkah konkret untuk memastikan pelaku ekonomi kreatif memiliki akses luas terhadap mekanisme ekspor.
“Kehadiran GEKRAFS dalam forum ini merupakan langkah strategis untuk memastikan pelaku ekonomi kreatif tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga memiliki akses dan pemahaman yang baik terhadap mekanisme ekspor,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Acan itu menambahkan, sinergi antara ekonomi kreatif dan Bea Cukai merupakan fondasi penting dalam membangun produk lokal yang mampu bersaing secara global.
“Kami ingin pelaku usaha kreatif di Sumatera Selatan naik kelas, memahami regulasi dengan benar, dan berani menembus pasar global secara legal dan profesional,” katanya.
Ia juga menilai wilayah Sumatera Bagian Timur memiliki potensi besar di sektor fashion, kriya, kuliner, hingga industri digital. Jika didukung sistem kepabeanan yang informatif dan kolaboratif, sektor tersebut diyakini dapat menjadi kekuatan ekonomi baru bagi daerah.
Menurutnya, melalui kolaborasi berkelanjutan, pelaku usaha kreatif diharapkan semakin siap melakukan ekspor secara transparan, efisien, dan berkelanjutan.
“GEKRAFS berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha dalam mewujudkan ekonomi kreatif yang inklusif serta memberikan manfaat nyata bagi Indonesia,” pungkasnya. (*)











































