BERITAPRESS.ID, PAGARALAM | Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam bergerak cepat mendukung misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai swasembada dan kemandirian pangan nasional.
Pemkot Pagaralam menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk penanaman komoditas bawang putih. Luasan tersebut ditargetkan terus bertambah hingga mencapai 50 hektare ke depannya.

Lahan yang sudah siap tanam tersebut ditinjau langsung Wali Kota Pagaralam H. Ludi Oliansyah bersama Kapolres Pagaralam AKBP Adam Purbantoro, Sekda, kepala OPD, serta kelompok tani di kawasan Perkantoran Pemkot Pagaralam, Gunung Gare, Minggu (9/8/2026).
Penanaman perdana dijadwalkan berlangsung pada 19 Agustus 2026 secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Kota Pagaralam menjadi salah satu daerah yang mendapat tugas untuk mendukung program tersebut.
Wali Kota Pagaralam H. Ludi Oliansyah mengatakan, program tanam bawang putih menjadi peluang besar bagi Kota Pagaralam, mengingat kondisi geografis daerah yang berada di dataran tinggi dengan ketinggian di atas 1.000 mdpl sangat cocok untuk komoditas tersebut.
“Hari ini kita melakukan persiapan untuk penanaman bawang putih yang merupakan bagian dari Asta Cita Bapak Presiden, tepatnya nanti pada tanggal 19 nanti kita akan melakukan penanaman perdana serentak se-Indonesia. Pagaralam menjadi salah satu daerah yang mendapat tugas untuk mendukung program ketahanan pangan ini,” jelasnya.
Wako optimistis komoditas bawang putih dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama para petani yang nantinya terlibat langsung dalam pengelolaan lahan.
Di hadapan puluhan kelompok tani (Koptan), H. Ludi Oliansyah menerangkan, salah satu keunggulan Pagaralam dalam pengembangan bawang putih adalah kondisi geografis dan ketinggian wilayah yang sesuai untuk budidaya komoditas tersebut. Sementara untuk bawang merah, menurutnya, selama ini sudah berjalan dengan baik.
“Mengingat bawang putih merupakan kebutuhan yang sangat mendasar di Indonesia. Kita memiliki banyak keuntungan, yang pertama adalah ketinggian. Secara geografis kita sangat cocok untuk menanam bawang putih.”
Selain faktor geografis, bawang putih juga dinilai memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Ludi menyebut, dengan pengelolaan yang baik, produktivitas bawang putih dapat memberikan hasil yang cukup signifikan bagi petani Kota Pagaralam, karena mayoritas penduduknya merupakan petani.
“Kalau kita tanam satu hektare dengan modal satu ton bibit, dengan pengelolaan yang baik bisa menghasilkan sekitar 15 ton. Ini merupakan peluang ekonomi yang besar, tentu berdampak baik terhadap tingkat penghasilan masyarakat Kota Pagaralam,” ujarnya.
Untuk tahap awal, lahan yang disiapkan untuk program tersebut ditargetkan mencapai sekitar 10 hektare. Pengelolaan lahan akan melibatkan masyarakat petani dan kelompok tani (Koptan).
Sementara itu, Pemerintah Kota Pagaralam bersama jajaran Polres Pagaralam akan menjalankan fungsi pembinaan dan pendampingan. (09/PA)





























