Bisnis

AKBAR hingga MAHAR, Empat Program untuk UMKM Syariah

×

AKBAR hingga MAHAR, Empat Program untuk UMKM Syariah

Sebarkan artikel ini
Foto : bi.go.id

BERITAPRESS.ID, Mataram |UMKM Syariah Bank Indonesia diperkuat melalui empat program unggulan yang diluncurkan dalam Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Program AKBAR, AMANAH, BARAKAH, dan MAHAR disiapkan untuk memperluas akses pembiayaan, mempercepat sertifikasi halal, meningkatkan ekspor produk halal, serta mengoptimalkan wakaf produktif.

Peluncuran empat program itu dilakukan di tengah tren positif ekonomi dan keuangan syariah Indonesia. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025/2026, Indonesia menempati peringkat keempat dunia, sekaligus meraih peringkat pertama pada sektor modest fashion, peringkat kedua pada sektor pariwisata ramah muslim, dan peringkat ketiga pada sektor makanan halal.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia masih sangat besar. Menurutnya, konsep ekonomi syariah yang inklusif, berkelanjutan, berkeadilan, dan stabil menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing nasional, sehingga sinergi antarlembaga perlu terus ditingkatkan.

“Melalui FESyar KTI 2026, Bank Indonesia menargetkan capaian yang konkret dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Destry saat membuka FESyar KTI 2026 di Mataram, Kamis (10/7).

Ia menjelaskan, ekonomi syariah Indonesia tumbuh 6,21 persen secara tahunan (year on year/yoy) sepanjang 2025 yang didukung akselerasi sektor Halal Value Chain. Sementara itu, kinerja perbankan syariah juga tetap menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, pembiayaan syariah tumbuh 10,42 persen menjadi Rp709 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 11,75 persen menjadi Rp792 triliun. Indeks literasi ekonomi syariah juga naik menjadi 50,18 persen.

Untuk menjaga momentum tersebut, Bank Indonesia menghadirkan empat program unggulan. Program AKBAR (Akselerasi Kemandirian Bisnis Pesantren Berkelanjutan) difokuskan pada penguatan kemandirian ekonomi pesantren. AMANAH (Akselerasi Menuju Sertifikasi dan Ekosistem Halal) bertujuan mempercepat sertifikasi halal sekaligus memperkuat ekosistem halal nasional.

Sementara itu, BARAKAH (Bina Rantai Komoditas Halal untuk Ekspor) diarahkan untuk memperkuat rantai pasok komoditas halal yang berorientasi ekspor. Adapun MAHAR (Mobilisasi Aset Halal melalui Akselerasi Wakaf) difokuskan pada optimalisasi aset dan wakaf produktif guna mendukung pembiayaan ekonomi syariah.

Keempat program tersebut menyasar penguatan akses pembiayaan, peningkatan literasi dan edukasi, pengembangan rantai nilai halal, hingga pemanfaatan keuangan sosial syariah berbasis digital bagi pelaku UMKM syariah.

Melalui FESyar KTI 2026, Bank Indonesia menargetkan penyaluran pembiayaan syariah sebesar Rp11 miliar serta omzet UMKM dan pelaku usaha syariah mencapai Rp1,5 miliar. Dari sisi edukasi, antusiasme masyarakat juga terlihat dari 3.223 pendaftar Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN), atau mencapai 124 persen dari target 2.600 peserta.

Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Abul Chair, mengapresiasi empat program unggulan tersebut karena dinilai menjadi fondasi pengembangan ekonomi syariah yang produktif, inklusif, dan berdaya saing.

Menurutnya, rangkaian FESyar KTI 2026 diharapkan mampu membuka akses pasar baru, memperluas investasi, serta mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk halal Indonesia.

FESyar KTI 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia dengan mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi Bank Indonesia bersama pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Agama, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Kementerian Keuangan, akademisi, dan pelaku usaha syariah.

Melalui sinergi tersebut, Bank Indonesia berharap penguatan rantai nilai halal, pengembangan keuangan syariah yang inklusif, serta peningkatan literasi ekonomi dapat semakin mempercepat terwujudnya Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi syariah dunia. (***)