Pendidikan

Tips Memilih Daycare Aman di Tengah Isu Kekerasan Anak

×

Tips Memilih Daycare Aman di Tengah Isu Kekerasan Anak

Sebarkan artikel ini
Foto : kemenpppa.go.id

BERITAPRESS.ID, JAKARTA| Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kasus kekerasan anak di daycare, kebutuhan akan layanan pengasuhan anak di luar rumah memang terus bertambah. Namun, di balik tingginya kebutuhan tersebut, muncul tuntutan besar agar setiap layanan daycare benar-benar memenuhi standar perlindungan anak yang aman, transparan, dan dapat dipercaya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah memperkuat tata kelola daycare nasional, termasuk pengawasan lintas kementerian dan pemerintah daerah. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pengasuhan yang aman dan bebas dari kekerasan.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga menyoroti pentingnya standar layanan yang seragam, termasuk sertifikasi pengasuh dan sistem pengawasan yang lebih ketat. Karena itu, orang tua dituntut lebih selektif dalam memilih daycare aman untuk anak.

Berikut sejumlah tips penting yang perlu diperhatikan orang tua sebelum menitipkan anak di daycare:

1. Pastikan Legalitas dan Izin Resmi

Langkah pertama yang paling penting adalah memastikan daycare memiliki izin operasional resmi dari dinas terkait. Legalitas ini menunjukkan bahwa lembaga tersebut berada dalam pengawasan pemerintah, sehingga memiliki standar minimum yang harus dipenuhi. Hindari daycare yang tidak jelas status izinnya karena berisiko tidak terpantau secara regulasi.

2. Cek Kualitas dan Sertifikasi Pengasuh

Orang tua perlu memastikan bahwa pengasuh anak tidak hanya berpengalaman, tetapi juga memiliki sertifikasi pengasuh anak atau pelatihan khusus. Pengasuh yang memahami prinsip child safeguarding akan lebih siap mencegah kekerasan, mengelola emosi anak, serta memberikan pengasuhan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang.

3. Perhatikan Rasio Pengasuh dan Anak

Rasio pengasuh dan anak sangat berpengaruh pada kualitas perhatian yang diberikan. Daycare yang ideal tidak membiarkan satu pengasuh menangani terlalu banyak anak sekaligus. Semakin kecil rasio tersebut, semakin besar kemungkinan anak mendapatkan pengawasan yang optimal, aman, dan personal.

4. Tersedia CCTV dan Sistem Transparansi

Keberadaan CCTV di daycare menjadi salah satu indikator penting transparansi layanan. Lebih baik lagi jika sistem CCTV dapat diakses oleh orang tua secara langsung. Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi bentuk kepercayaan dan keterbukaan lembaga terhadap proses pengasuhan anak.

5. Sistem Pelaporan dan Komunikasi Aktif

Daycare yang profesional biasanya memiliki sistem komunikasi yang jelas dengan orang tua. Mulai dari laporan harian, catatan aktivitas anak, hingga perkembangan emosional dan sosial. Komunikasi yang aktif membantu orang tua tetap terhubung dengan kondisi anak meski tidak berada di tempat yang sama.

6. Lingkungan Aman, Bersih, dan Ramah Anak

Faktor lingkungan juga tidak kalah penting. Pastikan daycare memiliki fasilitas yang aman, tidak berbahaya, bersih, serta mendukung aktivitas anak. Lingkungan yang ramah anak akan membantu proses tumbuh kembang anak berjalan lebih optimal, baik secara fisik maupun psikologis.

Di tengah upaya pemerintah memperkuat sistem perlindungan anak di daycare, peran orang tua tetap menjadi benteng pertama dalam memastikan anak berada di tempat yang tepat. Karena pada akhirnya, daycare bukan hanya tempat penitipan, tetapi ruang penting yang ikut membentuk masa depan anak. (***) kemenpppa/one