Scroll untuk baca artikel
Sastra

Sikap Rendah Hati, Tingkatkan Kualitas Pemusik

2
×

Sikap Rendah Hati, Tingkatkan Kualitas Pemusik

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG | Kerendahan hati merupakan nilai tertinggi bagi akhlak seseorang seniman musik. Karena itu, meski posisinya ada di atas, jika rendah hati, maka kredibilitas seorang pemusik akan semakin tinggi.

Terkait masalah itu, Adhi Bima –jebolan D’Academy Indosiar– mengatakan bahwa merintis karir di bidang musik dangdut harus disertai kerendahan hati.

“Yang pasti, kerendahan hati itu tidak akan menjatuhkan harga diri kita,” ujar Adhi Bima dalam acara halal bi halal Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang (KKPP) Sumatera Selatan, di Angkringan Relista Jakabaring, Rabu (3/5/2023).

Terkait sikap itu, kata Adhi, dia dan istrinya pedangdut Palembang yang juga jebolan ‘DAcademy 2 Triya dari Palembang, selalu menanamkan kerendahan hati.

Hanya saja, kata Adhi, selain rendah hati, fokus diri pribadi untuk mendalami karir di musik dangdut, perlu dilakukan secara profesional.

“Dari sinilah kita bisa mengendalikan karakter yang baik, selain fokus secara utuh untuk mendalami apa yang kita kejar,” ujar Adhi seusai menyanyikan tiga lagu genre dangdut yang diiringi Ishak (orgen), Yus (gitar melodi), Yanto (gitar bass) dan Syukri (suling) dari Calcuta Grup.

Karena itu Adhi Bima mengajak personal KKPP Sumsel untuk terus meningkatkan kemampuan berkarya di musik dangdut. “Kunci keberhasilan itu adalah selalu rendah hati,” ujarnya tersenyum.

Sementara itu, Ketua KKPP Sumsel Salman Anchok, mengatakan bahwa apa yang dikemukakan Adhi itu cerminan sejati yang diharapkan dapat diterapkan di KKPP Sumsel.

Menurut Salman, saat ini sudah waktunya para pemusik muda tampil di depan. Sedangkan pemusik yang telah berumur, hendaknya bisa menjadi sosok pendorong bagi karir pedangdut muda.

“Saya sangat berharap agar pemusik-pemusik muda kita bisa tampil di depan untuk menggantikan pemain-pemain yang sudah lebih dahulu meniti di jalur musik dangdut,” ujar Salman Anchok, didampingi Sekretaris KKPP Sumsel, Harris Andretta.

Menurut dia, sudah waktunya para pemusik dangdut di Sumsel untuk memgurangi kadar ego sentris yang tidak menguntungkan itu.

Justru dengan tampil sederhana, artistik, dan tidak merasa hebat sendiri, katanya, progres ke depan para pemusik dangdut akan kian melejit.

“Ini prinsip kita. Tak ada manusia yang paling hebat di muka bumi ini. Kita akui, seseorang memiliki kelebihan di satu sisi, tapi banyak kelemahan di sisi lainnya,” ujar Salman.

Karena itu Salman meminta agar pemusik-pemusik dangdut yang muda tak perlu segan untuk tampil di depan. “Kami akan mendukung kemajuan kita bersama,” ujar Salman menutup perbincangan. (*)

Laporan Anto Narasoma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *