FakfakPapua

Siaga Karhutla, Dandim 1803/Fakfak Instruksikan Jajaran Redam Api di Bomberay

×

Siaga Karhutla, Dandim 1803/Fakfak Instruksikan Jajaran Redam Api di Bomberay

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS, ID FAKFAK/Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda wilayah Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, pada Minggu (22/06/2026). Cuaca panas ekstrem yang disertai angin kencang membuat api dengan cepat merembet ke kawasan perkebunan dan lahan produktif warga.

​Komandan Kodim (Dandim) 1803/Fakfak, Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., telah menginstruksikan jajaran Koramil Bomberay serta para Babinsa untuk bergerak cepat membantu proses pemadaman dan mitigasi di lokasi kejadian.

​Situasi di Lapangan

​Berdasarkan laporan Babinsa di lapangan, titik api pertama kali terdeteksi di area lahan gambut kering di sekitar Jalan Poros SP6, Jalur Rimbun Sawit. Minimnya curah hujan dalam dua pekan terakhir membuat vegetasi di kawasan tersebut menjadi sangat rentan terbakar.

​Kondisi diperparah oleh tiupan angin yang kencang dan arahnya yang berubah-ubah. Hal ini menyebabkan kobaran api dengan cepat meluas hingga merambah ke kawasan SP4 dan SP5.

​”Kami sedang berupaya maksimal memadamkan api bersama masyarakat. Besarnya kobaran dan kondisi medan yang berat menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan,” ujar salah satu Babinsa di lokasi.

​Sejak Minggu pagi, Babinsa bersama warga Kampung Bumi Moro Indah bahu-membahu melakukan pemadaman secara manual dengan peralatan yang ada. Hingga berita ini diturunkan, sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat masih terus dilakukan.

​Tim gabungan saat ini fokus pada dua langkah utama, ​Pemadaman intensif pada titik api aktif, dan ​Pemantauan (monitoring) guna melokalisir api agar tidak menjalar lebih jauh ke kawasan permukiman penduduk serta lahan produktif milik warga.

​Pihak TNI mengimbau masyarakat di wilayah Distrik Bomberay untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau ini. Warga diminta menghindari segala bentuk aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar di area yang rawan.

​Dandim 1803/Fakfak menekankan bahwa peran serta masyarakat sangat krusial dalam memberikan informasi cepat jika ditemukan titik api baru, sehingga upaya pencegahan meluasnya Karhutla dapat dilakukan sedini mungkin, (IB).