BERITAPRESS.ID, BANYUASIN | Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Feby Herman Deru, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Banyuasin, Nabila Askolani, melakukan kunjungan kerja ke sentra pengrajin gerabah di Sukajadi KM 14, Kabupaten Banyuasin, Rabu (10/6/2026).
Kunjungan ini bukan cuma agenda seremonial, melainkan bentuk perhatian langsung terhadap pelaku ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang masih bertahan di tengah gempuran produk modern.
Di lokasi, Hj. Feby Herman Deru tampak menyusuri area produksi gerabah sambil berdialog hangat dengan para pengrajin. Ia menyimak cerita para perajin yang sehari-hari berkutat dengan tanah liat, air, dan api tungku, tiga unsur sederhana yang disulap menjadi berbagai produk bernilai seni dan ekonomi tinggi. Mulai dari guci, celengan, pot bunga, hingga bak mandi, semua dikerjakan dengan ketelatenan tangan-tangan terampil warga setempat.
Suasana kunjungan terasa cair dan penuh keakraban. Tidak hanya mendengar, Hj. Feby juga melihat langsung proses pembentukan gerabah dari awal hingga siap dibakar.
Ia mengapresiasi ketekunan para pengrajin yang tetap konsisten menjaga tradisi, meski tantangan pasar dan perubahan tren terus bergerak cepat seperti arus sungai yang tak pernah berhenti.
Momen menarik terjadi ketika Hj. Feby Herman Deru mencoba langsung seni melukis di atas permukaan gerabah. Dengan kuas di tangan, ia memberikan sentuhan warna pada produk kerajinan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas lokal.
Aksi ini disambut antusias oleh para pengrajin yang merasa mendapat dukungan moral sekaligus motivasi untuk terus berinovasi.
Menurutnya, gerabah Sukajadi memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas, tidak hanya sebagai produk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga sebagai produk seni dan cenderamata khas Banyuasin.
Dengan sentuhan inovasi, pemasaran digital, serta pendampingan berkelanjutan, produk ini diyakini mampu menembus pasar yang lebih besar.
Sementara itu, Hj. Feby Herman Deru menegaskan TP PKK akan terus mendorong penguatan ekonomi keluarga berbasis UMKM dan kerajinan lokal. Ia berharap generasi muda juga ikut terlibat agar tradisi gerabah tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi tetap hidup dan berkembang di masa depan.
Kunjungan ini ditutup dengan harapan sederhana namun bermakna, tanah liat dari Sukajadi tidak hanya dibentuk menjadi barang, tetapi juga menjadi simbol ketekunan, kreativitas, dan harapan ekonomi masyarakat Banyuasin. (***)




























































