BERITAPRESS, ID FAKFAK/Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama tim peneliti dari dari pusat penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang melaksanakan riset implementasi Program Kesehatan Gratis dan Pemberian Makanan Gratis bagi Penjaga Pasien di Kabupaten Fakfak.
Salah satu lokasi penelitian berlangsung di Puskesmas Kayuni, Distrik Kayuni, dan mendapat sambutan baik dari masyarakat serta pemerintah distrik. Riset tersebut dipimpin oleh Staf Khusus Bupati Fakfak Bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Marselus Rahamitu, bersama tim peneliti dari Unika Soegijapranata Semarang, (1/7/2026).
Kepala Distrik Kayuni, Stepanus Wagab, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan di Puskesmas Kayuni berjalan dengan baik dan lancar. Selain penelitian kesehatan, pada waktu yang sama Dinas Sosial Kabupaten Fakfak juga melakukan pendataan di sembilan kampung.
“Tim dari Dinas Sosial melakukan pengambilan data terhadap Orang Asli Papua (OAP) di sembilan kampung yang benar-benar belum menerima bantuan apa pun, baik Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Merah Putih, maupun bantuan sosial lainnya,” ujar Stepanus Wagab.
Sementara itu, Marselus Rahamitu menjelaskan bahwa kegiatan di Puskesmas Kayuni merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Fakfak dengan Pusat Kajian Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Soegijapranata Semarang dalam pelaksanaan riset implementasi Program Kesehatan Gratis dan Pemberian Makanan Gratis bagi Penjaga Pasien.
Menurutnya, penelitian tahap awal ini dilaksanakan selama tiga hari dengan lokasi penelitian di RSUD Fakfak dan empat puskesmas, yakni Puskesmas Fakfak, Puskesmas Sekban, Puskesmas Kayuni, dan Puskesmas Bomberai.
“Data penelitian diperoleh secara langsung dari tenaga kesehatan, pasien, dan masyarakat. Selain itu, tim juga mengumpulkan informasi dari berbagai pemangku kepentingan, seperti Dinas Kesehatan, Bappeda, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dewan Adat, serta sejumlah pihak terkait lainnya,” jelas Marselus.
Ia menambahkan, hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan bagi Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam mengembangkan kebijakan kesehatan, khususnya terkait pelaksanaan program pengobatan gratis dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di masa mendatang.
Kegiatan riset ini telah dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Fakfak Donatus Nimbitkendik, pada 30 Juni 2026 dan akan berlanjut dalam beberapa tahapan hingga September 2026. Tim penelitian terdiri atas tujuh peneliti profesional dari Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Soegijapranata Semarang yang didukung oleh tiga personel tim swakelola dari Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan penelitian ini mampu menghasilkan rekomendasi yang komprehensif untuk memperkuat pelayanan kesehatan serta memastikan program-program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, (IB).



























