OpiniPagaralam

Makna Ngaji dalam Perspektif Ngaji Diri

×

Makna Ngaji dalam Perspektif Ngaji Diri

Sebarkan artikel ini

Oleh: Dr. H. Deni Priansyah, S.Ag., M.Pd.I

BERITAPRESS.ID, PAGARALAM | “Ngaji mungkin tidak menjadikan kita kaya, tetapi ia menuntun kita menuju keselamatan.” Ungkapan sederhana ini mengandung makna yang sangat mendalam. Ngaji bukan sekadar aktivitas membaca atau mempelajari ilmu agama, melainkan proses membimbing diri menuju jalan yang benar, jalan yang diridhai Allah SWT. Di situlah hakikat kekayaan yang sesungguhnya, yakni kaya hati dan kaya jiwa.

Di tengah kehidupan yang sering mengukur keberhasilan dengan harta, jabatan, dan kemewahan, ngaji terkadang dipandang tidak memberikan hasil yang nyata. Ngaji tidak selalu menambah kekayaan materi, tidak otomatis mengangkat status sosial, dan tidak selalu menghadirkan kehidupan yang serba berkecukupan.

Namun, justru melalui ngaji seseorang diajak menyadari hakikat kehidupan. Ngaji menumbuhkan sikap qanaah, yaitu merasa cukup dan senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah SWT berikan. Kesadaran inilah yang melahirkan ketenangan batin, sesuatu yang tidak dapat dibeli dengan materi.

Ilmu agama mengajarkan bagaimana mencari rezeki yang halal, membelanjakannya dengan penuh tanggung jawab, bersyukur ketika diberi kelapangan, serta bersabar ketika diuji dengan keterbatasan. Ngaji juga mendidik hati agar tidak diperbudak oleh ambisi dunia yang tiada habisnya.

Dengan demikian, makna ngaji bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk kesadaran diri untuk menjalani hidup secara lebih bijaksana, sederhana, dan penuh rasa syukur. Ngaji mengarahkan manusia agar tidak terus-menerus menuntut lebih, melainkan mampu menikmati dan memanfaatkan nikmat yang telah Allah SWT anugerahkan.

Semoga melalui ngaji diri, kita senantiasa terdorong untuk berintrospeksi, melihat kebaikan pada diri orang lain sebagai teladan, dan menyadari kekurangan pada diri sendiri sebagai bahan perbaikan. Sebab, orang yang terus memperbaiki dirinya adalah orang yang sedang menempuh jalan keselamatan. (09/PA)