BERITAPRESS.ID, JOMBANG, JATIM | Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zulfa Mustofa membeberkan alasan di balik kesepakatan lima calon Ketua Umum (caketum) yang mendorong mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU dilakukan melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Kelima caketum tersebut yakni KH Zulfa Mustofa, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), dan KH Abdussalam Shohib (Gus Salam).
Kiai Zulfa Mustofa mengatakan, dari enam nama calon Ketua Umum PBNU yang beredar, lima di antaranya telah bersepakat untuk mendorong mekanisme pemilihan melalui AHWA.
“Hanya ada enam ya kita tahu, lima sudah bersepakat pemilihan lewat AHWA,” katanya, Sabtu (29/8/2026).
Ia menjelaskan, salah satu pertimbangan utama kesepakatan tersebut adalah keinginan agar kepemimpinan NU ke depan, khususnya di jajaran Tanfidziyah, merupakan hasil gabungan antara mekanisme pemilihan (election) dan seleksi (selection).
Menurutnya, mekanisme tersebut dinilai lebih baik dibandingkan pemilihan yang dilakukan secara langsung tanpa melalui proses penyaringan.
Kiai Zulfa merinci, skema yang disepakati bersama Gus Kikin, Gus Yusuf, Gus Rozin, dan Gus Salam tersebut akan dilakukan melalui sistem berjenjang.
Musyawarah mufakat tetap akan menjadi mekanisme yang diutamakan terlebih dahulu. Namun, apabila mufakat tidak tercapai, proses pemilihan akan beralih menggunakan mekanisme AHWA melalui lima nama yang sebelumnya diusulkan bersama.
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu dinamika yang mengemuka menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Laporan : 09/PA





























