Gitar Kepundang Jadi Simbol Identitas Budaya Pagar Alam di Singkawang
BERITAPRESS.ID, PAGAR ALAM | APEKSI 2026 dilaksanakan di Kota Singkawang dengan berbagai rangkaian agenda yang melibatkan 98 wali kota dari berbagai daerah di Indonesia. Momentum ini juga beriringan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Pemerintah Kota Singkawang, sehingga menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan keberagaman etnis, tradisi, serta kehidupan masyarakat yang dikenal menjunjung tinggi toleransi.
Melalui kegiatan ini, Kota Pagar Alam memiliki kesempatan untuk turut memperkenalkan identitas budaya daerah kepada peserta dari berbagai kota di Indonesia.
Walikota Pagaralam H Ludi Aliansyah ST, dengan Mengenakan Gitar Kepundang khas Kota di dampingi Ketua TP-PKK Kota Pagar Alam Hj. Hera Parianti Ludi menghadiri pembukaan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kota Singkawang sekaligus jamuan makan malam (Welcome Dinner) Rembuk Sektor Kebudayaan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026, yang berlangsung di depan Kantor Wali Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Kamis (15/10/2026) malam.
Kehadiran Wali Kota Pagar Alam bersama Ketua TP-PKK tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus mempererat hubungan dan kerja sama antar pemerintah kota di Indonesia. Dalam kesempatan ini, Gitar Kepundang yang dikenakan turut menjadi representasi identitas dan kekayaan budaya Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Rangkaian acara diawali dengan tradisi Melayu khas Kota Singkawang, dilanjutkan dengan penampilan lagu-lagu daerah dan tarian tradisional yang menggambarkan keberagaman budaya masyarakat setempat. Suasana semakin hangat saat para tamu undangan menikmati jamuan makan malam dengan beragam hidangan tradisional khas Singkawang, di antaranya Mie Panjang Umur atau Mie Asin hingga Choi Pan.
Rembuk Sektor Kebudayaan APEKSI 2026 merupakan forum yang mempertemukan pemerintah kota dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan, pelestarian, dan pemajuan kebudayaan.
Kegiatan ini berlangsung pada 15–17 Oktober 2026, dengan sejumlah agenda pendukung berupa forum diskusi kebudayaan, pertukaran pengalaman antardaerah, serta kunjungan ke sejumlah destinasi untuk mengenal potensi dan kekayaan budaya Kota Singkawang.
Pemerintah Kota Singkawang juga menyiapkan Pekan Kebudayaan Daerah sebagai ruang untuk menampilkan seni, tradisi, dan identitas lokal kepada para delegasi. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperluas promosi budaya sekaligus mendorong sektor pariwisata dan menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). (09/PA/ADV)





























