BisnisNASIONALPLN

Dari Keterbatasan Menjadi Kekuatan, Rumah BUMN Jambi Latih 31 Wanita Disabilitas Kuasai Konten Digital

×

Dari Keterbatasan Menjadi Kekuatan, Rumah BUMN Jambi Latih 31 Wanita Disabilitas Kuasai Konten Digital

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, JAMBI | Ruang digital kini menjadi salah satu sarana yang dapat diakses lebih inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas, untuk menampilkan kemampuan, memperluas jejaring, serta mengembangkan usaha sesuai potensi masing-masing. Melalui pelatihan konten digital, Rumah BUMN Jambi bersama Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) mendorong 31 orang penyandang disabilitas di Jambi memperkuat personal branding agar lebih percaya diri dan mampu memanfaatkan media sosial sebagai ruang berkarya dan berusaha.

Pelatihan bertajuk “Inklusif Berkarya: Pelatihan Konten Digital untuk Mengembangkan Potensi dan Personal Branding di Media Sosial” berlangsung di Gedung Rumah BUMN Jambi, Sabtu, 1 Agustus 2026. Peserta mendapat pembekalan mengenai cara mengenali potensi diri, menentukan identitas yang ingin dibangun, menyusun ide konten, hingga memproduksi materi digital menggunakan perangkat sederhana seperti telepon genggam.

General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan pemberdayaan masyarakat melalui Rumah BUMN tidak berhenti pada pelatihan kewirausahaan, tetapi juga diarahkan untuk membuka akses terhadap keterampilan yang relevan dengan perubahan perilaku konsumen dan perkembangan ekonomi digital.

“Bagi kami, UMKM naik kelas bukan hanya soal peningkatan omzet. Ada proses membangun kapasitas, kepercayaan diri, kemampuan memanfaatkan teknologi, dan memperluas akses pasar. Karena itu, Rumah BUMN Jambi kami dorong menjadi ruang belajar yang inklusif, termasuk bagi pelaku usaha dan calon pelaku usaha dari kelompok disabilitas,” ujar Diksi.

Menurut dia, kemampuan membangun personal branding menjadi semakin penting karena kehadiran pelaku UMKM di ruang digital kini menjadi bagian dari cara mereka memperkenalkan produk dan membangun kepercayaan calon pelanggan.

“Ketika seseorang mampu menunjukkan keunikan, kompetensi, dan cerita di balik karyanya secara konsisten, media sosial dapat berubah dari sekadar ruang komunikasi menjadi pintu menuju peluang ekonomi. Kami ingin peserta tidak hanya belajar membuat konten, tetapi juga berani menunjukkan potensinya dan mengubah potensi itu menjadi nilai tambah,” kata Diksi.

Pelatihan ini menghadirkan content creator, Juanda Lian, sebagai narasumber. Peserta diajak memahami bahwa personal branding tidak semata-mata berkaitan dengan tampilan di media sosial, melainkan tentang bagaimana seseorang mengenali keunikan dirinya dan menyampaikannya secara konsisten kepada audiens.

Juanda membimbing peserta mengidentifikasi kemampuan, pengalaman, minat, maupun aktivitas yang dapat diolah menjadi gagasan konten. Peserta juga belajar menentukan target audiens sehingga konten yang dibuat memiliki pesan dan tujuan yang lebih jelas.

Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik. Peserta mencoba merancang ide, menyusun pesan promosi, menentukan sudut pengambilan gambar, hingga tampil di depan kamera. Pendekatan praktis tersebut memperlihatkan bahwa produksi konten tidak selalu membutuhkan peralatan yang kompleks.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Mereka aktif mengajukan pertanyaan, serta mencoba membuat konten secara langsung di lokasi kegiatan. Bagi sebagian peserta, pelatihan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengatasi keraguan dalam menampilkan diri di hadapan publik.

Melalui peran PLN UID S2JB sebagai BUMN Pembina Rumah BUMN Jambi, pembinaan UMKM diarahkan tidak hanya pada aspek produksi dan pemasaran, tetapi juga pada penguatan kapasitas pelaku usaha menghadapi ekonomi digital. Pendekatan inklusif tersebut diharapkan semakin memperluas kesempatan bagi UMKM, termasuk UMKM yang dijalankan oleh penyandang disabilitas, untuk tumbuh, mandiri, dan naik kelas. (*)