OKU Timur

Bahasa Daerah Mulai Ditinggalkan, PKK Ingatkan Peran Keluarga

×

Bahasa Daerah Mulai Ditinggalkan, PKK Ingatkan Peran Keluarga

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, OKU TIMUR | Bahasa daerah perlahan mulai kehilangan tempat di tengah kehidupan sehari-hari. Di banyak keluarga, anak-anak kini lebih akrab dengan bahasa gaul dan istilah dari media sosial dibanding bahasa yang diwariskan orang tua maupun kakek-nenek. Jika dibiarkan, yang hilang bukan hanya cara berkomunikasi, tetapi juga identitas budaya. Kondisi itu menjadi perhatian dalam pembinaan 10 Program Pokok PKK di Kabupaten OKU Timur, Rabu (1/7/2026).

Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Feby Deru, menegaskan pelestarian bahasa daerah harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga jembatan yang menjaga hubungan antargenerasi tetap terjalin.

“Bahasa daerah harus tetap dilestarikan. Selain sebagai identitas budaya, hal ini juga penting untuk menjaga komunikasi antargenerasi, khususnya antara anak-anak dengan orang tua maupun kakek-nenek mereka yang dalam kesehariannya masih banyak menggunakan bahasa daerah,” ujarnya.

Selain mengingatkan pentingnya menjaga budaya, Feby juga mengapresiasi berbagai inovasi yang dijalankan TP PKK Kabupaten OKU Timur dalam memberdayakan masyarakat.

Salah satunya ialah program belajar mengaji bagi kaum bapak. Program tersebut diikuti berbagai kalangan, mulai dari tukang ojek, tukang becak hingga masyarakat umum. Menurut Feby, kesempatan belajar terbuka bagi siapa saja tanpa memandang usia maupun pekerjaan.

Ia juga meminta seluruh kader PKK ikut menjadi duta daerah dengan memperkenalkan makanan khas, wastra, dan kerajinan lokal kepada setiap tamu yang datang. Langkah sederhana itu dinilai mampu memperluas pasar produk lokal sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Perkenalkan makanan khas daerah kepada tamu yang datang. Begitu juga dengan wastra dan kerajinan lokal agar semakin dikenal luas dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten OKU Timur, dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes., mengatakan pihaknya terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat melalui berbagai pelatihan keterampilan.

Pelatihan yang diberikan meliputi pembuatan bucket, pengembangan produk UMKM hingga keterampilan produktif lainnya agar masyarakat memiliki peluang usaha yang mampu menambah penghasilan keluarga.

Di bidang ketahanan pangan, TP PKK Kabupaten OKU Timur juga aktif mendukung Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP). Para kader didorong memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan pangan keluarga sehingga mampu mengurangi pengeluaran sekaligus memperkuat kemandirian pangan rumah tangga.

Melalui pembinaan 10 Program Pokok PKK, peran keluarga kembali ditekankan sebagai fondasi pembangunan. Bukan hanya membentuk rumah tangga yang sejahtera, tetapi juga menjaga budaya lokal agar tidak perlahan hilang di tengah derasnya perubahan zaman. (***)