BERITAPRESS.ID, MAYBRAT-FAKFAK | Dewan Pimpinan Cabang Barisan Merah Putih Republik Indonesia (DPC BMP RI) Kabupaten Maybrat menggelar ibadah doa bersama untuk mendukung terciptanya keamanan dan kedamaian di wilayah Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendoakan saudara-saudara yang masih berada di hutan agar dapat kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ibadah doa bersama tersebut dipimpin oleh Ketua Klasis Ayamaru, Pdt. Abraham Semunya, S.Th. Kegiatan berlangsung khidmat dengan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap terwujudnya situasi keamanan dan kedamaian di Kabupaten Maybrat.
Ketua DPC BMP RI Kabupaten Maybrat, Yonathan Howai, S.IP., menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan semua pihak yang telah hadir serta memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Yonathan, kegiatan doa bersama ini merupakan wujud kepedulian BMP RI dalam memperkuat persatuan, menjaga kedamaian, serta mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif di Kabupaten Maybrat.
Ia berharap melalui doa bersama tersebut, masyarakat Maybrat senantiasa diberikan berkat, perlindungan, kedamaian, dan kekuatan untuk terus menjaga kebersamaan dalam mendukung pembangunan daerah.
Yonathan juga menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam memelihara keharmonisan, mempererat tali persaudaraan, serta membangun kehidupan bermasyarakat yang dilandasi semangat toleransi dan saling menghormati.
Sementara itu, Kapolsek Ayamaru, Iptu Hein F.X. Mayor, dalam imbauan kamtibmasnya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, mempererat hubungan kekeluargaan, serta menjunjung tinggi toleransi antarwarga.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun informasi yang belum jelas kebenarannya karena dapat memicu kesalahpahaman dan berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
Kapolsek juga mengimbau agar setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat diselesaikan melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan. Apabila terdapat permasalahan yang berpotensi mengganggu keamanan, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar dapat ditangani secara tepat.
Sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga stabilitas keamanan daerah, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pernyataan komitmen bersama oleh tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk menjaga keamanan serta mendukung aparat keamanan dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Maybrat.
Melalui kegiatan ini, DPC BMP RI Kabupaten Maybrat berharap semangat persaudaraan, persatuan, dan toleransi semakin kuat di tengah masyarakat. Sinergi antara masyarakat, pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan aparat keamanan dinilai penting untuk mewujudkan Kabupaten Maybrat yang aman, damai, dan sejahtera.
Doa bersama tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan dan kedamaian merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Dengan mengedepankan dialog, kebersamaan, dan kepedulian, masyarakat diharapkan terus memperkuat keharmonisan serta mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif di Kabupaten Maybrat. (IB).

























