BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Perkembangan Artificial Intelligence (AI) mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan mengembangkan kompetensi. Menyikapi perubahan tersebut, PT Cipta Kapasitas Nusantara (CKN) menyelenggarakan Training dan Sertifikasi BNSP Skema Instruktur KKNI Level 4 + Personal Branding pada 2–4 Oktober 2026 di Hotel Ibis Palembang.
Program ini memadukan sertifikasi kompetensi BNSP, AI Mentor, pembelajaran paperless, dan personal branding. Pendekatan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga memiliki kemampuan untuk merancang, melaksanakan, mengases, dan mengevaluasi pembelajaran secara profesional.
Sertifikat BNSP dan Penguatan Kompetensi Berjalan Bersama
Bagi CKN, tujuan mengikuti training dan sertifikasi adalah meningkatkan kemampuan, menguji kompetensi, dan membuktikan bahwa peserta mampu menjalankan peran instruktur secara profesional dan berbasis kompetensi.
“Tujuan kita mengikuti training dan sertifikasi ini selain untuk memperoleh sertifikat BNSP. Kita hadir untuk meningkatkan kemampuan, menguji kompetensi, dan membuktikan bahwa kita mampu menjalankan peran sebagai instruktur / Trainer secara profesional dan berbasis kompetensi,” ujar Dr. Ir. H. Abdul Nadjib, MM, Direktur PT Cipta Kapasitas Nusantara.
Ia menambahkan, “Seorang instruktur profesional bukan hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga mampu memastikan peserta benar-benar belajar dan mencapai kompetensi.”
AI Mentor dan Paperless: Teknologi Untuk Memperkuat Pembelajaran
Salah satu inovasi program adalah AI Mentor, teknologi berbasis artificial intelligence yang digunakan sebagai pendamping peserta untuk mengeksplorasi materi, melakukan persiapan, menyusun program pelatihan berbasis kompetensi, dan mendukung proses belajar. AI Mentor ditempatkan sebagai supporting learning technology, bukan pengganti trainer atau instruktur.
“AI bukan pengganti instruktur. AI dapat menjadi partner belajar yang membantu peserta mempersiapkan diri, mengeksplorasi pengetahuan, dan mengembangkan kompetensinya,” ujar Abdul Nadjib.
Program juga menerapkan konsep paperless. Materi, aktivitas peserta, dan kebutuhan administrasi pembelajaran diarahkan menggunakan media digital sehingga penggunaan dokumen cetak dapat diminimalkan. Peserta sekaligus mengalami langsung pola pembelajaran yang relevan dengan transformasi digital.
Kompetensi, Personal Branding, dan Profesionalisme
Materi program mencakup kompetensi instruktur antara lain K3, komunikasi dan presentasi, penyusunan program pelatihan, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, asesmen kompetensi, desain media pembelajaran, pembelajaran inovatif, tindakan korektif, On the Job Training (OJT), monitoring, serta administrasi SDM pelatihan.
Personal branding melengkapi penguatan kompetensi.
Peserta diarahkan mengemas pengalaman, keahlian, kompetensi, rekam jejak, dan karakter profesional menjadi positioning yang jelas, sehingga mampu mengomunikasikan nilai kompetensinya kepada organisasi maupun masyarakat.
Peserta Dan Arah Program
Program ini diikuti peserta dari berbagai latar belakang, antara lain dosen, trainer, instruktur, praktisi, profesional, pengelola pelatihan, dan tenaga yang memiliki pengalaman dalam transfer knowledge. Trainer dan praktisi yang terlibat antara lain Fauzi Noerwenda dan July White, dengan dukungan manajemen PT Cipta Kapasitas Nusantara.
Menurut CKN, perkembangan AI menjadi momentum untuk meningkatkan profesionalisme instruktur. Teknologi dapat mendukung proses belajar, tetapi instruktur tetap memegang peran penting dalam memahami peserta, memilih metode, memfasilitasi pembelajaran, memberikan umpan balik, melakukan asesmen, dan memastikan kompetensi tercapai.
“Instruktur masa kini harus mampu menguasai kompetensi profesinya, memahami teknologi, memanfaatkan AI secara produktif, dan memiliki personal branding yang baik,” kata Abdul Nadjib.
Tiga Pilar Instruktur Masa Kini
CKN menempatkan tiga elemen yang saling melengkapi: (1) Kompetensi — pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai standar; (2) Teknologi — pemanfaatan teknologi digital dan AI secara produktif; dan (3) Personal Branding — identitas profesional yang dibangun dari kompetensi, pengalaman, dan rekam jejak.
Ketiganya diarahkan untuk membangun instruktur yang tidak hanya mampu mengajar, tetapi mampu menciptakan proses pembelajaran yang membantu peserta mencapai kompetensi. (Ril).































