Scroll untuk baca artikel
Lahat

Keren! Alumni Unsri Sulap Pekarangan Rumah Jadi Kebun Organik dan Kolam Ikan

×

Keren! Alumni Unsri Sulap Pekarangan Rumah Jadi Kebun Organik dan Kolam Ikan

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, LAHAT | Memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan terus dilakukan masyarakat. Salah satunya Tri Joko, SP, alumni Universitas Sriwijaya (Unsri) tahun 2003, yang memanfaatkan pekarangan rumahnya di Gang Garuda, Desa Manggul, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat.

Di lahan tersebut, Tri Joko mengembangkan berbagai tanaman pangan secara sederhana dengan memanfaatkan pot sebagai media tanam. Beragam tanaman yang dibudidayakan antara lain keladi, tomat, terong, cabai rawit, hingga melon.

Untuk media tanam, Tri Joko memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh di sekitar rumah, seperti kotoran hewan kambing dan ayam serta sekam padi. Pemanfaatan bahan-bahan tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan tanaman secara organik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia.

Hasilnya pun cukup menggembirakan. Pada panen kedua, tanaman yang dibudidayakan mulai membuahkan hasil hanya dalam waktu sekitar 75 hari atau 2,5 bulan.

Tidak hanya sayuran, tanaman melon juga menjadi salah satu komoditas yang dikembangkan. Setiap kali panen, melon yang dihasilkan dapat mencapai sekitar 7 hingga 10 kilogram.

Selain bercocok tanam, Tri Joko juga memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya ikan. Ia membuat kolam ikan berukuran 2 x 6 meter yang diisi ikan gurame. Sementara itu, beberapa kotak juga dimanfaatkan sebagai wadah untuk memelihara ikan mas.

Berbagai kegiatan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan secara maksimal. Selain menghasilkan sayuran, buah dan ikan untuk kebutuhan pangan, aktivitas ini juga menjadi salah satu bentuk upaya mendukung ketahanan pangan keluarga.

Pemanfaatan pekarangan seperti yang dilakukan Tri Joko membuktikan bahwa lahan terbatas di sekitar rumah tetap dapat menghasilkan pangan apabila dikelola secara kreatif dan produktif.

“Walaupun kita tak punya tanah, semoga bermanfaat dengan kalian dan boleh untuk ditiru. Gaspol,” ujarnya.

Laporan: Novita