BERITAPRESS.ID | Digitalisasi pendidikan menjadi salah satu agenda strategis pemerintah hingga 2029 setelah Indonesia meraih pengakuan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui International Telecommunication Union (ITU) pada kategori e-government dan digitalisasi pendidikan.
Pengakuan tersebut dinilai menjadi indikator transformasi pembelajaran berbasis teknologi di Indonesia mulai mendapat perhatian dunia, sekaligus memperkuat langkah pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas hingga ke pelosok negeri.
Pemerintah menilai pemanfaatan teknologi menjadi salah satu solusi untuk menjawab tantangan pemerataan pendidikan di Indonesia yang memiliki lebih dari 288 ribu sekolah dengan kondisi dan akses yang beragam. Melalui penguatan infrastruktur digital, peserta didik di daerah terpencil diharapkan memperoleh kesempatan belajar yang semakin setara dengan sekolah di wilayah perkotaan.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan percepatan digitalisasi pendidikan menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global.
Menurutnya, luas wilayah Indonesia membuat pemerataan layanan pendidikan tidak dapat hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga harus didukung teknologi pembelajaran.”Kita paham bahwa pendidikan kita banyak ketertinggalan, negara kita sangat besar, luas. Kita memiliki lebih dari 288 ribu sekolah, banyak di tempat terpencil, salah satu upaya kita adalah digitalisasi pendidikan,” ujar Presiden saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Menurut Presiden, penghargaan yang diberikan PBB melalui ITU menjadi pengakuan atas langkah transformasi digital yang tengah dijalankan pemerintah. Meski demikian, ia menegaskan capaian tersebut bukan menjadi akhir dari proses pembenahan sektor pendidikan.
“Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat, kita melompat saudara-saudara. Kita tidak cepat puas, perjalanan masih jauh,” kata Presiden.
Ia menambahkan, pemerintah tetap menempatkan peningkatan kualitas sekolah sebagai prioritas utama agar transformasi digital dapat berjalan beriringan dengan penyediaan sarana pendidikan yang memadai.
Selain memperkuat pembelajaran berbasis teknologi, pemerintah juga mempercepat renovasi sekolah di berbagai daerah. Tahun ini ditargetkan sebanyak 77 ribu sekolah selesai diperbaiki, kemudian meningkat menjadi 100 ribu sekolah pada 2027 dan kembali 100 ribu sekolah pada 2028.
Apabila target tersebut tercapai, pemerintah berharap seluruh sekolah di Indonesia telah selesai direnovasi pada 2029 sehingga memiliki lingkungan belajar yang lebih layak sekaligus siap mendukung penerapan teknologi pendidikan.
Program digitalisasi pendidikan juga diperkuat melalui penambahan perangkat interactive flat panel atau layar pintar di sekolah-sekolah. Setelah setiap sekolah menerima satu unit pada tahun sebelumnya, pemerintah kini menargetkan penambahan tiga unit lagi untuk setiap sekolah.
Dengan program tersebut, sekitar 700 ribu smart digital panel ditargetkan telah terdistribusi hingga akhir 2026 atau paling lambat pada semester pertama 2027.
Menurut Presiden, keberadaan perangkat tersebut diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang lebih interaktif sekaligus memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran berbasis digital.
Penguatan ekosistem digital juga dilakukan melalui platform Rumah Pendidikan yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Platform tersebut telah terintegrasi dengan interactive flat panel sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pusat pembelajaran digital di sekolah.
Hingga kini, Rumah Pendidikan telah digunakan lebih dari 6,9 juta pengguna dan menyediakan 4.843 sumber belajar gratis. Platform tersebut juga dimanfaatkan ratusan ribu guru, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), untuk memperoleh materi ajar yang lebih mudah diakses.
Percepatan digitalisasi pendidikan tidak hanya diarahkan pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga untuk mempersempit kesenjangan mutu pendidikan antardaerah. Kombinasi antara renovasi sekolah, penyediaan perangkat pembelajaran digital, dan pengembangan platform belajar diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi seluruh peserta didik.
Melalui langkah tersebut, pemerintah menargetkan transformasi pendidikan nasional tidak hanya menghasilkan sekolah yang lebih modern secara fasilitas, tetapi juga menciptakan sistem pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang. (***)


























