BERITAPRESS.ID, JAKARTA | Gameseed 2026 menjadi salah satu program penting dalam pengembangan industri game Indonesia yang mendorong developer lokal untuk bersaing di pasar global. Kompetisi sekaligus inkubasi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga pintu masuk menuju ekosistem industri gim yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Data yang diungkap pelaku industri menunjukkan jurang yang cukup tajam. Developer lokal masih banyak berkutat di game PC, sementara pasar terbesar justru ada di genggaman tangan: mobile game.
Nilainya tidak main-main sekitar US$1,5 miliar dari total US$1,9 miliar pasar gim nasional datang dari mobile. Artinya, pasar sudah lari jauh, tapi sebagian kreator masih di jalur lama.
Karena itu, Gameseed 2026 membuka kategori baru Mobile Stream. Ini bukan sekadar tambahan lomba, tapi sinyal perubahan arah industri.
Di sisi lain, Direktur Gim Luat Sihombing menegaskan satu hal penting game bagus saja tidak cukup.
Developer harus paham pasar, bisa mengatur scope, bahkan berani pivot kalau strategi salah. Sementara itu, AGI menyoroti “babak sesungguhnya” justru terjadi setelah inkubasi selesai—ketika game harus hidup di pasar nyata.
“Ujian sebenarnya adalah bertahan secara komersial,” kata Presiden AGI Syafiq Husein.
Menariknya, Gameseed 2026 justru memberi ruang tema yang tidak biasa So Absurd It’s Cool, Inner Childhood Dream dan Meme Driven
Artinya, game tidak harus serius untuk sukses, asal punya daya tarik dan bisa “nempel” di pasar. (***)

























