BERITAPRESS.ID, JAKARTA | Di dunia kerja yang semakin ketat, ukuran kelulusan sekolah saja tidak lagi cukup untuk menjamin seseorang diterima di industri. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan perusahaan kini lebih menilai kemampuan nyata yang dimiliki calon tenaga kerja.
Menurutnya, yang menjadi perhatian utama industri saat ini adalah kompetensi kerja, bukan sekadar asal institusi pendidikan.
“Ke depan, yang dicari industri adalah kompetensi. Mereka tidak hanya melihat seseorang berasal dari sekolah mana, tetapi lebih pada kemampuan yang dimiliki. Kompetensi itu tercermin dari portofolio dan sertifikat kompetensi,” tegasnya.
Pernyataan itu menegaskan pergeseran besar dalam dunia kerja, di mana bukti kemampuan tidak lagi cukup hanya berupa ijazah, tetapi harus ditunjukkan melalui hasil kerja nyata seperti portofolio serta sertifikat kompetensi kerja yang diakui.
Ia menilai, kedua hal tersebut menjadi indikator penting yang menunjukkan sejauh mana seseorang benar-benar siap masuk dan bersaing di dunia industri.
Karena itu, peserta dan pencari kerja diminta untuk tidak berhenti mengandalkan pengalaman pendidikan formal saja. Penguatan keterampilan dan peningkatan kompetensi dinilai menjadi langkah penting agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berubah.
Menurut Yassierli, kompetensi yang kuat akan menjadi bekal utama untuk menghadapi persaingan kerja yang semakin terbuka, termasuk peluang kerja di luar negeri.
“Tingkatkan terus kompetensi. Itulah modal utama untuk bisa bersaing dan meraih peluang kerja yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri,” ucapnya. (***)



























