BERITAPRESS.ID, JAKARTA |Ekspor Indonesia ke Rusia mencatat kinerja positif dengan nilai mencapai USD 3,3 miliar pada 2024, didominasi oleh produk unggulan seperti karet, kopi, kakao, teh, alas kaki, hingga produk elektronik dan kimia.
Capaian ini memperlihatkan produk Indonesia semakin kuat menembus pasar Rusia di tengah upaya pemerintah memperluas akses perdagangan global melalui kerja sama internasional, termasuk dalam kerangka BRICS yang kini menjadi salah satu motor penguatan ekonomi baru Indonesia.
Di balik angka miliaran dolar tersebut, terdapat perjalanan panjang produk-produk Indonesia yang perlahan namun pasti menguat di pasar Rusia. Kopi Nusantara dengan karakter rasa yang khas tidak hanya menjadi komoditas ekspor, tetapi juga membawa cerita tentang kekayaan alam Indonesia yang mampu bersaing di pasar global. Begitu juga kakao Indonesia yang menjadi bahan baku industri cokelat dunia, serta karet yang tetap menjadi tulang punggung ekspor karena permintaan industri manufaktur yang stabil.
Selain komoditas tradisional, ekspor Indonesia ke Rusia juga mulai menunjukkan pergeseran ke produk bernilai tambah. Alas kaki produksi dalam negeri hingga komponen elektronik mulai mendapat ruang lebih besar di pasar internasional.
Kementerian Perindustrian menegaskan penguatan hubungan dagang ini menjadi bagian dari strategi besar memperluas akses industri nasional ke pasar global. “Penguatan kerja sama perdagangan dengan Rusia bukan hanya soal peningkatan angka ekspor, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi industri Indonesia untuk masuk ke rantai pasok global yang lebih terintegrasi dan bernilai tambah,” ujar Dirjen KPAII Kemenperin Tri Supondy dalam siaran pers dilaman kemenperin hari ini.
Hal ini menandakan industri nasional tidak lagi hanya bergantung pada bahan mentah, tetapi mulai bergerak naik kelas menuju produk industri yang lebih kompleks, modern, dan kompetitif.
Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa penguatan hubungan dagang dengan Rusia merupakan bagian dari strategi besar untuk memperluas akses industri nasional ke pasar global. Momentum ini semakin diperkuat dengan berbagai forum kerja sama internasional yang membuka peluang lebih luas bagi pelaku industri Indonesia untuk masuk ke rantai pasok dunia yang semakin terintegrasi.
Sejalan dengan itu, Indonesia juga terus mendorong peningkatan kerja sama investasi dan perdagangan dalam berbagai forum, termasuk BRICS, yang dinilai membuka ruang baru bagi ekspansi ekonomi nasional. Rusia menjadi salah satu mitra penting dalam upaya tersebut, terutama dalam pengembangan industri strategis dan perluasan pasar ekspor nontradisional.
Hubungan perdagangan Indonesia dan Rusia kini tidak hanya sebatas transaksi komoditas, tetapi mulai berkembang menjadi kemitraan industri yang lebih luas. Pertukaran teknologi, peluang investasi, hingga penguatan sektor manufaktur menjadi bagian penting dari arah kerja sama kedua negara ke depan.
Dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat, Rusia kini dipandang bukan hanya sebagai pasar ekspor, tetapi juga pintu strategis bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam rantai pasok global. Tantangan ke depan adalah menjaga momentum ini agar ekspor tidak hanya bertumpu pada komoditas tertentu, tetapi juga semakin beragam dan memiliki nilai tambah tinggi sehingga daya saing Indonesia di pasar dunia semakin kuat. (***)




























































