BERITAPRESS, ID FAKFAK/Menjelang puncak peringatan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua, Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama masyarakat menggelar aksi kerja bakti massal untuk menata dan membersihkan Pulau Bonyom, Kampung Brongkendik, Distrik Fakfak Tengah.
Semangat gotong royong dan toleransi beragama begitu kental terasa di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dari dulu, Sabtu (16/5/2026).
Aksi bersih-bersih ini dipimpin langsung oleh Bupati Fakfak dengan mengerahkan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sejak pagi hari, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), aparat kampung, tokoh masyarakat, hingga warga setempat bahu-membahu membersihkan lingkungan, memangkas semak belukar, menata kawasan pesisir, serta mengangkut tumpukan sampah di berbagai titik.
Kehadiran Bupati di tengah-tengah massa menjadi pemacu semangat tersendiri. Ia meninjau langsung beberapa titik lokasi untuk memastikan seluruh persiapan fasilitas dan estetika Pulau Bonyom berjalan maksimal demi menyambut para tamu dan umat Katolik dari berbagai daerah.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Fakfak, Sadali Lahadalia, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh masyarakat merupakan bukti nyata bahwa nilai luhur “Satu Tungku Tiga Batu” tetap hidup dan terjaga dengan baik.
“Ini adalah gambaran nyata kebersamaan masyarakat Fakfak. Antusiasme warga sangat luar biasa dan menjadi bukti bahwa semangat toleransi serta nilai Satu Tungku Tiga Batu tetap hidup dan terjaga di tengah masyarakat,” ujar Sadali.
Menurut Sadali, momentum ini bukan sekadar aksi seremonial membersihkan lingkungan, melainkan sarana yang kuat untuk mempererat tali silaturahmi, hubungan sosial, dan rasa saling menghormati antarumat beragama di Tanah Mbaham-Matta. Semangat inklusif inilah yang selama ini menjadi fondasi keharmonisan sosial-budaya di Fakfak.
Melalui aksi kerja bakti massal ini, Pulau Bonyom kini tampil lebih rapi, bersih, asri, dan siap menjadi saksi sejarah perayaan 132 tahun masuknya Misi Katolik di Tanah Papua. Kegiatan ini sekaligus mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri tentang indahnya persatuan dalam keberagaman, (IB).



























































