BERITAPRESS.ID, OGAN ILIR | Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menggandeng empat Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani jagung binaan Polri.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) penyaluran KUR bagi petani jagung di Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (7/3/2026).
Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memutus mata rantai tengkulak yang selama ini kerap merugikan petani melalui praktik ijon maupun harga beli yang rendah.
Dengan dukungan permodalan dari bank Himbara serta jaminan pasar dari Perum Bulog sebagai offtaker, Polri memastikan petani memiliki kepastian modal usaha dan kepastian penyerapan hasil panen.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa peran Polri tidak hanya terbatas pada pendampingan penanaman, tetapi juga mencakup perlindungan terhadap kesejahteraan petani.
Melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan, Polri memberikan rekomendasi bagi petani maupun kelompok tani (Poktan) yang layak mendapatkan fasilitas KUR. Sementara itu, Bhabinkamtibmas bertugas melakukan pengawasan serta pembinaan di lapangan.
“Kami ingin memastikan petani jagung tidak lagi terjerat oleh praktik tengkulak. Dengan KUR dari Himbara, petani mendapatkan modal kerja yang sehat, dan dengan kehadiran Bulog sebagai pembeli hasil panen, ada kepastian harga yang menguntungkan bagi mereka,” tegas Kapolri saat meninjau lokasi penanaman jagung serentak di Indralaya Indah.
Kerja sama ini akan berlaku selama tiga tahun, dengan menempatkan Satuan Binmas melalui Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak dalam pelaporan perkembangan usaha tani di lapangan.
Dalam skema tersebut, Polri berperan sebagai jembatan penghubung antara petani dan lembaga perbankan guna memastikan program ketahanan pangan nasional berjalan optimal menuju visi Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. yang turut mendampingi Kapolri menyatakan kesiapan seluruh jajaran di tingkat Polres hingga Polsek untuk mengawal distribusi bantuan permodalan tersebut agar tepat sasaran.
Menurutnya, program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Sumatera Selatan.
Kapolri juga menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
“Negara harus hadir di tengah kesulitan petani. Kerja sama dengan Himbara dan Bulog ini adalah bukti nyata bahwa kita bergerak bersama untuk memperkuat kemandirian pangan. Jika petani sejahtera, maka stabilitas ekonomi dan keamanan akan terjaga dengan sendirinya,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menambahkan bahwa kolaborasi tersebut merupakan instruksi langsung Kapolri yang harus diimplementasikan oleh seluruh jajaran Polda Sumsel.
“Sesuai arahan Bapak Kapolri, kami akan memastikan seluruh kelompok tani binaan di wilayah hukum Polda Sumsel mendapatkan akses informasi dan pendampingan maksimal dalam program KUR ini. Tujuannya satu, yakni mewujudkan petani yang mandiri dan bebas dari cengkeraman tengkulak,” pungkasnya.
Laporan : Mir/ril















































