BERITAPRESS.ID, MADURA | – Kapal listrik ramah lingkungan POLTERA siap diproduksi, membuka peluang ekonomi bagi nelayan Madura, tapi adaptasi dan infrastruktur tetap jadi tantangan.
Peralihan transportasi laut ke energi bersih di Indonesia berjalan cepat, tetapi penerapannya di lapangan masih menghadapi hambatan. Kapal listrik ramah lingkungan yang dikembangkan Politeknik Negeri Madura (POLTERA) kini siap diproduksi secara nasional. Teknologi ini membuka peluang ekonomi bagi komunitas pesisir, namun nelayan harus menyesuaikan diri untuk memanfaatkannya.
Kapal listrik POLTERA mengandalkan motor BLDC dengan sistem kendali Field Oriented Control. Teknologi ini membuat kapal bergerak senyap, hemat energi, dan menghasilkan torsi tinggi. Desain modular memungkinkan mesin dipasang pada berbagai kapal, mulai perahu nelayan tradisional hingga kapal wisata di sungai dan kawasan mangrove.
Tenaga kapal berasal dari baterai LiFePO₄ dengan sistem manajemen baterai terintegrasi. Sistem ini menjamin keamanan, stabilitas performa, dan umur pakai panjang. Kapal juga dapat memanfaatkan energi terbarukan seperti panel surya, sehingga operasional lebih bersih dan rendah emisi.
Meski teknologi sudah matang, nelayan menghadapi tantangan nyata di lapangan. Infrastruktur pengisian baterai di pelabuhan kecil masih terbatas. Biaya awal pengadaan mesin dan baterai cukup tinggi bagi nelayan skala kecil. Banyak komunitas pesisir harus menyesuaikan pola kerja mereka, dari perawatan kapal hingga rute operasional harian, agar kapal listrik bisa dimanfaatkan secara optimal.
Di sisi lain, kapal listrik POLTERA membuka peluang ekonomi lokal. Industri komponen dalam negeri dapat memasok motor, baterai, dan sistem kontrol. Nelayan dan operator kapal wisata bisa menekan biaya operasional jangka panjang serta mengurangi frekuensi perawatan dibanding mesin diesel. Dukungan pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci agar transisi ini berjalan lancar dan berkelanjutan.
Selain dampak ekonomi, kapal listrik dapat meningkatkan kualitas ekosistem dan pariwisata. Operasi senyap membuat kehidupan ikan dan habitat mangrove tidak terganggu, sementara wisatawan menikmati perjalanan lebih nyaman. Hal ini memberi nilai tambah bagi sektor pariwisata pesisir yang bergantung pada kelestarian alam.
Kapal listrik POLTERA juga menjadi ujian kesiapan masyarakat pesisir menghadapi era baru transportasi laut. Keberhasilan inovasi bergantung pada kemampuan nelayan beradaptasi, ketersediaan infrastruktur, dan dukungan finansial.
Menurut Bayu Praharsena, ketua peneliti POLTERA, “Teknologi kami siap, tapi nelayan membutuhkan pelatihan dan dukungan finansial agar bisa beradaptasi.”
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menambahkan, inovasi ini memiliki potensi strategis nasional dan membuka jalan bagi komersialisasi kapal listrik ramah lingkungan di sektor maritim Indonesia.










































