BERITAPERSS.ID, OKU SELATAN — Pertumbuhan jumlah siswa di SMA Negeri 2 Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, belum diimbangi ketersediaan ruang belajar.
Sekolah yang baru beroperasi sejak 2023 itu kini menampung sekitar 470 siswa, sehingga kegiatan belajar mengajar harus dibagi dalam dua shift.
Keterbatasan tersebut mendorong kebutuhan pembangunan dan peningkatan sarana-prasarana sekolah dibawa ke tingkat Provinsi Sumatera Selatan.
Anggota DPRD OKU Selatan dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Pulung, menerima proposal kebutuhan sekolah yang diserahkan Kepala SMA Negeri 2 Buay Pemaca, Ruslan Riduan, M.Pd.Senin.(05/9/2026).
Proposal itu akan diteruskan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan disampaikan pula kepada Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan.
“ Proposal ini saya terima dan akan saya teruskan kepada Dinas Pendidikan Provinsi. Saya juga akan menyampaikannya langsung kepada Ketua DPRD Provinsi. Ini aspirasi masyarakat yang harus kita perjuangkan bersama karena kebutuhan sekolah ini memang nyata,” ujar Pulung.
Kondisi keterbatasan ruang bahkan membuat ruang guru terpaksa digunakan sebagai ruang kelas. Situasi tersebut menjadi konsekuensi dari pertumbuhan peserta didik yang cukup pesat sejak sekolah mulai beroperasi.
“ Bertambahnya jumlah siswa menunjukkan sekolah ini memang dibutuhkan. Karena itu, pertumbuhan peserta didik harus diikuti dengan dukungan fasilitas yang memadai,” katanya.
Ia juga mengapresiasi almarhum Haryono, warga Desa Tanjung Jaya, yang menghibahkan sekitar satu hektare lahan untuk pembangunan sekolah.
“ Kami berterima kasih kepada almarhum Haryono. Beliau bukan hanya menghibahkan tanah, tetapi telah membuka jalan pendidikan bagi anak-anak di daerah ini. Manfaatnya akan dirasakan oleh generasi berikutnya,” tutur Pulung.
Pulung memastikan proposal tersebut tidak berhenti sebagai dokumen administratif. Ia akan membawa aspirasi sekolah kepada pihak yang berwenang di tingkat provinsi.
“ Saya tidak ingin proposal ini hanya berhenti di meja. Aspirasi ini akan saya bawa kepada pihak yang memiliki kewenangan di tingkat provinsi. Kita berharap ada perhatian dan langkah nyata untuk memenuhi kebutuhan sekolah,” tegasnya.
Menurut Pulung, pemenuhan fasilitas pendidikan merupakan bagian dari investasi jangka panjang bagi daerah.
“Anak-anak ini tidak boleh kehilangan kesempatan hanya karena keterbatasan fasilitas. Ketika kita membangun ruang kelas dan melengkapi sarana pendidikan, sesungguhnya kita sedang menyiapkan masa depan mereka dan masa depan daerah,” tegas Pulung.
Pada saat yang sama, kepala SMA Negeri 2 Buay Pemaca, Ruslan Ridwan, mengatakan proposal tersebut disusun berdasarkan kebutuhan nyata sekolah, terutama penambahan ruang kelas, ruang Lab Fisika, ruang Lab Kimia, ruang Lab Biologi, ruang Lab Perpustakaan, Aula dan Mushola, serta fasilitas pendukung pembelajaran lain.
“Jumlah siswa terus bertambah, sementara ruang belajar masih terbatas. Kami ingin memberikan pelayanan pendidikan yang maksimal, sehingga dukungan sarana dan prasarana sangat kami butuhkan,” ujar Ruslan.
Meski menghadapi keterbatasan, sekolah tetap menjalankan kegiatan pengembangan bakat dan minat siswa, antara lain seni tari dan pencak silat, serta kegiatan ekstrakulikuler lainya.
Upaya tersebut menghasilkan capaian positif. Sebanyak 16 siswa berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Lampung, Palembang, Bengkulu, dan Medan.
Saat ini, sekolah memiliki 21 guru. Hanya satu guru yang berstatus ASN, delapan merupakan PPPK paruh waktu, sedangkan lainnya masih tenaga honorer.
Hal ini juga, disambut baik oleh lapisan masyarakat. Menurut mereka, keberadaan SMA Negeri 2 Buay Pemaca sekaligus menjawab persoalan jarak dan akses pendidikan.
Sebelum sekolah berdiri, sebagian siswa harus menempuh perjalanan lebih jauh menuju SMA Negeri 1 Talang Padang. Kehadiran sekolah baru membuat orang tua tidak lagi terlalu khawatir terhadap jarak dan keselamatan anak selama perjalanan.
Wali murid, Yanto, mengatakan keberadaan SMA Negeri 2 Buay Pemaca kini membuat anak – anak dapat bersekolah lebih dekat dengan tempat tinggal.
” Kami sangat bersyukur dengan adanya SMA Negeri 2 ini. Sebelumnya, anak – anak harus sekolah ke-SMA Negeri 1 Talang Padang yang cukup jauh. Sebagai orang tua, pasti memikirkan keamanan anak selama perjalanan, ” ujarnya.
Ia menuturkan, sejumlah kejadian kriminal di perjalanan menjadi salah satu kekhawatiran orang tua.
” Dengan adanya sekolah ini, beban dan kekhawatiran kami sudah bisa teratasi, ” pungkasnya.(SR)


























