Scroll untuk baca artikel
NewsOKUS

Tiga Tahun Sapi Bertambah, Aset Desa Tumbuh, ” Potret Ketahanan Pangan Sidorahayu Buay Pemaca

×

Tiga Tahun Sapi Bertambah, Aset Desa Tumbuh, ” Potret Ketahanan Pangan Sidorahayu Buay Pemaca

Sebarkan artikel ini

BERITAPERSS, ID OKU Selatan — Program ketahanan pangan melalui peternakan sapi di Desa Sidorahayu, kecamatan Buay Pemaca yang dikelola BUMDes Vera Mandiri, mulai menunjukkan hasil. Sejumlah ternak yang diserahkan kepada warga berkembang biak dan menambah nilai aset program.

Sejak 2024, program tersebut berjalan dengan melibatkan warga sebagai pengelola. Dua ekor sapi yang diterima Sulis Triyono kini berkembang menjadi empat ekor. Sementara tiga ekor sapi yang diserahkan kepada Sumarno pada 2025 telah bertambah menjadi enam ekor.

 “Awalnya kami menerima dua ekor sapi. Alhamdulillah, sekarang sudah menjadi empat,” ujar Sulis Triyono.

Sumarno juga menyampaikan perkembangan ternak yang dikelolanya. “ Kami menerima tiga ekor dan sekarang menjadi enam. Kami akan terus merawatnya agar tetap berkembang,” katanya.

Namun, perkembangan program tidak sepenuhnya berjalan tanpa kendala. Pada 2024, Sukarto menerima dua ekor sapi. Salah satunya sempat beranak, tetapi indukannya kemudian mati. Peristiwa tersebut disaksikan pengurus BUMDes dan dilaporkan kepada pemerintah desa.

Sapi lainnya kemudian dialihkan kepada Hadi Purnomo setelah anak Sukarto yang selama ini membantu pemeliharaan mengalami sakit.

Dalam pengelolaan berikutnya, sapi tersebut juga mengalami gangguan kesehatan hingga pemerintah desa dan BUMDes sepakat mengambil langkah penyembelihan.

Memasuki 2026, program kembali dilanjutkan dengan rencana pengadaan dua ekor sapi melalui BUMDes. Satu ekor sapi jantan telah direalisasikan dan diserahkan kepada Hadi Purnomo, sedangkan satu ekor lainnya belum direalisasikan.

Ketua BUMDes Vera Mandiri, Ujang Wahyudi, mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah ternak yang dibeli, tetapi dari kemampuan masyarakat mengembangkan dan mempertahankan aset tersebut.

 “ Yang kami harapkan bukan hanya sapi diserahkan kepada masyarakat, tetapi bisa dipelihara, berkembang biak dan menjadi aset yang terus memberikan manfaat. Kalau ada kendala, kami minta segera dikoordinasikan, ” ujar Ujang.

Kepala Desa Sidorahayu, Syaparudin, menjelaskan pengadaan sapi merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang dilaksanakan melalui BUMDes. Anggaran pembelian sapi dicairkan melalui rekening BUMDes.

Di luar anggaran tersebut, pemerintah desa juga memberikan dukungan berupa kandang atau perumahan sapi. Menggunakan uang kebijakan kepala desa, agar masyarakat yang menerima ternak mempunyai tempat untuk memeliharanya,” jelas Syaparudin.

Menurutnya, dukungan tersebut diberikan agar program memiliki sarana pendukung dan ternak dapat dipelihara secara layak.

“ Harapan kami sapi-sapi ini terus berkembang biak. Dengan begitu, aset program bertambah dan manfaatnya kembali kepada masyarakat,” ujarnya.

Tiga tahun pelaksanaan program memperlihatkan hasil yang berbeda di setiap pengelola. Ada ternak yang berhasil berkembang dari dua menjadi empat dan dari tiga menjadi enam ekor, namun terdapat pula sapi yang mati atau mengalami sakit.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika pengembangan peternakan. Bagi BUMDes dan pemerintah desa, keberlanjutan program kini bergantung pada pemeliharaan, pengawasan serta kemampuan penerima dalam menjaga ternak agar terus berkembang sebagai aset produktif masyarakat Sidorahayu.(SR)