Scroll untuk baca artikel
NewsOKUSOlahraga

Bukan Sekadar Adu Strategi, Kejurkab Catur OKU Selatan Menakar Masa Depan Regenerasi Atlet

×

Bukan Sekadar Adu Strategi, Kejurkab Catur OKU Selatan Menakar Masa Depan Regenerasi Atlet

Sebarkan artikel ini

BERITAPERSS, OKU SELATAN — Sebanyak 76 pecatur dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan duduk berhadapan di balik papan catur, Minggu (30/8/2026).

Mereka bukan sekadar berebut gelar juara, tetapi tengah menjalani satu tahap penting dalam proses panjang pembinaan atlet,  menunjukkan siapa yang paling siap melangkah ke level berikutnya.

Di Aula Kantor Kecamatan Muaradua, pertandingan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Catur OKU Selatan 2026 berlangsung sejak pagi hingga sore.

Percasi OKU Selatan menjadikan turnamen tersebut sebagai momentum untuk memetakan sekaligus menyaring potensi atlet yang diproyeksikan mewakili daerah pada kompetisi tingkat provinsi.

Peserta berasal dari berbagai sekolah tingkat SD, SMP, hingga SMA. Mereka bertanding dalam kategori U11/13, U15, U17/19, serta kategori senior putri dan senior putra hingga usia 56 tahun.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap pembinaan olahraga daerah, keberadaan kompetisi semacam ini menjadi penting.

Sebab, prestasi tidak lahir hanya dari podium, melainkan dari proses menemukan talenta, memberikan ruang bertanding, kemudian memastikan mereka memperoleh pembinaan yang berkelanjutan.

Ketua Percasi OKU Selatan, Reza Pahlevi, S.Pd., M.M., mengatakan Kejurkab menjadi salah satu instrumen untuk menemukan pecatur yang memiliki kemampuan dan potensi berkembang.

“Insyaallah, dari penyaringan bibit pecatur berprestasi ini nantinya akan kita ikutkan turnamen tingkat provinsi yang rencananya digelar pada 11–13 September 2026 di Palembang,” kata Reza.

Menurut dia, target pembinaan tidak berhenti pada kompetisi tingkat kabupaten maupun provinsi. Pecatur yang memiliki potensi diharapkan terus mendapat kesempatan untuk berkembang sehingga suatu saat mampu membawa nama OKU Selatan ke pentas nasional hingga internasional.

“Mudah-mudahan bisa ke tingkat nasional hingga internasional dan membawa nama pecatur daerah OKU Selatan di bawah pembinaan Percasi Pemkab OKU Selatan,” ujarnya.

Komposisi peserta Kejurkab tahun ini memperlihatkan bahwa sekolah menjadi salah satu titik penting dalam membangun regenerasi. Sejumlah nama yang muncul sebagai pemenang berasal dari sekolah-sekolah di Muaradua.

Pada kelompok U 11 -13, juara pertama diraih Dimas dari SDN 03 Muaradua. Posisi berikutnya ditempati Harafat dan Bilal dari SDN 05 Muaradua, sementara Abizar dari SMP Insan Mulia Muaradua berada di posisi keempat.

Di kelompok U15, tiga tiga posisi teratas dikuasai peserta dari SMK PGRI Muaradua. Irham Gefin Azua keluar sebagai juara pertama, disusul Devin Deo Pratama dan Muhammad Rafky Posisi keempat ditempati Aditya

Sementara pada kelompok U 17-19, Hernando Kusuma menjadi juara pertama. Chiko Refan Ananda dari SMK PGRI Muaradua berada di posisi kedua, Julian dari SMAN 1 Muaradua di posisi ketiga, dan M.Rizki di posisi keempat.

Pada kategori senior putri Melly Anggra Eni menempati posisi pertama, diikuti Windy Dwi Libriyanti dan Inge Lorenza.

Adapun katagori senior putra dimenangi Nopriadi, dengan Evan Setyawan sebagai juara kedua, Darwan juara ketiga dan Absodik juara keempat.

Deretan nama tersebut menjadi bagian dari peta awal pembinaan Percasi OKU Selatan. Namun, tantangan berikutnya justru berada setelah turnamen berakhir bagaimana para juara dan talenta potensial itu terus ditempa agar prestasinya tidak berhenti sebagai catatan satu kejuaraan.

Kejurkab Catur OKU Selatan 2026 mengusung tema ” Satu Langkah Catur Prestasi “. Pesan tersebut menjadi relevan ketika pertandingan tidak dipandang semata sebagai perebutan medali, tetapi sebagai bagian dari proses membangun budaya kompetisi sejak usia sekolah.

Turnamen dibuka oleh Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) OKU Selatan Pajarullisuan, S.IP., yang mewakili Kepala Dispora OKU Selatan Evan Kurniawan, S.E.

Dukungan pengamanan diberikan jajaran Polsek Muaradua di bawah Kapolsek AKP Harianto. Tim kesehatan Puskesmas Muaradua juga turut disiagakan selama kegiatan berlangsung.

Bagi Percasi OKU Selatan, kejuaraan tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang paling banyak mengumpulkan poin atau berdiri di podium. Yang jauh lebih penting adalah apa yang dilakukan setelah papan catur kembali disimpan.

Sebab, regenerasi atlet membutuhkan lebih dari satu pertandingan. Ia membutuhkan kompetisi yang rutin, pembinaan yang konsisten, pelatih yang bekerja berkelanjutan, serta keberanian untuk memberi ruang kepada talenta muda.

Dan Kejurkab 2026 setidaknya telah membuka satu pintu, memberi panggung kepada pecatur OKU Selatan untuk membuktikan bahwa potensi daerah tidak selalu datang dari tempat yang besar, kadang ia tumbuh diam-diam dibalik papan catur, menunggu kesempatan untuk ditemukan.(SR)