Bisnis

Ekonomi Indonesia Kuat Berkat Fiskal Sehat dan Inflasi Terkendali

×

Ekonomi Indonesia Kuat Berkat Fiskal Sehat dan Inflasi Terkendali

Sebarkan artikel ini
Foto : AI-generated illustration),

BERITAPRESS.ID | Ekonomi Indonesia menunjukkan daya tahan yang konsisten ketika sejumlah negara masih berhadapan dengan ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61 persen pada kuartal I-2026, sementara inflasi tetap terjaga di level 3,08 persen per Mei 2026.

Kondisi ini tidak berdiri sendiri. Stabilitas fiskal menjadi salah satu penopang utama, dengan defisit anggaran yang tetap berada di bawah batas 3 persen sesuai ketentuan undang-undang. Kebijakan ini membuat APBN berfungsi bukan hanya sebagai instrumen belanja negara, tetapi juga sebagai penyangga ketika tekanan eksternal meningkat.

Di sektor riil, aktivitas ekonomi masih menunjukkan pergerakan yang solid. PMI manufaktur berada di level 50,0 yang menandakan aktivitas industri tetap ekspansif. Likuiditas perekonomian tumbuh 14,8 persen secara tahunan, sementara kredit perbankan meningkat 11,5 persen.

Kinerja eksternal juga memberikan dukungan tambahan. Surplus neraca perdagangan bertahan selama 72 bulan berturut-turut, dengan cadangan devisa mencapai 144,9 miliar dolar AS atau setara pembiayaan impor dan utang luar negeri selama 5,6 bulan. Posisi ini memperkuat ketahanan ekonomi terhadap guncangan global, terutama dari sisi energi dan perdagangan.

Dari sisi ketenagakerjaan, sekitar 1,9 juta lapangan kerja baru tercipta, yang turut menurunkan tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,68 persen pada 2026. Tingkat kemiskinan juga menunjukkan penurunan bertahap dari 8,57 persen pada 2024 menjadi 8,25 persen pada 2025.

Meski begitu, penyerapan tenaga kerja bagi lulusan baru masih menjadi tantangan tersendiri di berbagai daerah, terutama terkait kesesuaian antara kualifikasi pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.

Pemerintah saat ini juga menjalankan delapan klaster prioritas pembangunan nasional yang mencakup ketahanan pangan, energi, air, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perumahan, serta penanggulangan bencana. Di saat yang sama, agenda hilirisasi, penguatan ekonomi kerakyatan, dan transformasi digital terus didorong untuk menjaga momentum pertumbuhan jangka panjang.

Dengan kombinasi fiskal yang terjaga, inflasi yang stabil, serta aktivitas ekonomi yang tetap bergerak, perekonomian Indonesia berada pada posisi yang relatif lebih tangguh dalam menghadapi ketidakpastian global. Tantangan berikutnya bukan sekadar menjaga angka pertumbuhan, tetapi memastikan dampaknya terasa lebih merata di tingkat masyarakat. (***)