Pendidikan

Hoaks dan Siber Mengancam, Anak Muda Harus Jadi Duta Internet

×

Hoaks dan Siber Mengancam, Anak Muda Harus Jadi Duta Internet

Sebarkan artikel ini
foto : komdigi.go.id

BERITAPRESS.ID MEDAN | Ancaman hoaks, ujaran kebencian, penipuan online, dan kejahatan siber yang semakin marak di ruang digital membuat generasi muda dituntut mengambil peran lebih besar dalam menjaga ekosistem internet yang sehat. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, anak muda dinilai menjadi kelompok strategis untuk melawan penyebaran konten negatif sekaligus membangun budaya bermedia digital yang bertanggung jawab.

Fenomena penyebaran informasi palsu dan konten provokatif tidak hanya mengganggu kualitas ruang digital, tetapi juga berpotensi memecah belah masyarakat. Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena berbagai platform digital cenderung mendorong konten yang memancing emosi dan kontroversi agar mendapatkan lebih banyak perhatian publik.

Selain hoaks, ancaman kejahatan siber juga terus berkembang dengan berbagai modus, mulai dari pencurian data pribadi, penipuan daring, hingga serangan digital yang menyasar masyarakat luas. Karena itu, peningkatan literasi digital menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi risiko di dunia maya.

Generasi muda dinilai memiliki posisi penting karena menjadi kelompok yang paling aktif memanfaatkan internet dan media sosial. Dengan pemahaman digital yang baik, anak muda dapat menjadi agen perubahan yang membantu menyebarkan informasi akurat, mengedukasi lingkungan sekitar, serta mendorong penggunaan teknologi secara lebih bijak.

Di sisi lain, penggunaan media sosial yang berlebihan juga menjadi tantangan tersendiri. Ketergantungan terhadap dunia digital berpotensi membuat generasi muda semakin jarang berinteraksi secara langsung dan kurang aktif dalam organisasi maupun komunitas sosial.

Padahal, organisasi dan komunitas di dunia nyata memiliki peran penting dalam membentuk karakter, meningkatkan daya kritis, memperkuat kepedulian sosial, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga ruang digital yang sehat. Menurutnya, keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi kunci untuk menghadapi berbagai ancaman di internet.

Pernyataan itu disampaikan Meutya saat menghadiri Kumpul Komunitas Waspada Kejahatan Digital di Medan, Sumatra Utara, Sabtu (13/6/2026).

“Adik-adik semua harus menjadi duta-duta internet yang lebih baik dan lebih sehat. Ini bukan pilihan, tapi tanggung jawab kita bersama,” tegas Meutya.

Ia mengingatkan bahwa internet merupakan pisau bermata dua yang dapat memberikan manfaat besar, namun juga berbahaya apabila digunakan tanpa etika dan tanggung jawab.

“Internet itu pisau bermata dua. Sangat bermanfaat, tetapi sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah atau digunakan tanpa etika,” ujarnya.

Melalui peran generasi muda sebagai duta internet sehat, diharapkan upaya melawan hoaks, ujaran kebencian, dan kejahatan siber dapat dilakukan secara lebih luas sehingga tercipta ruang digital Indonesia yang aman, sehat, dan produktif bagi seluruh masyarakat.(***)/komdigi/one